Ibnu Batutah, Inspirasi Relasi Maroko-Indonesia
Salah satu bentuk kerja sama yang sangat dirasakan adalah kerja sama terkait pendidikan antara Indonesia dan Maroko. Diketahui, saat ini banyak pelajar dari Indonesia yang melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi yang ada di Maroko.
Menurut Kiai Marsudi, dalam pertemuan tersebut melahirkan beberapa harapan terkait kerja sama ke depannya.
Pertama, MUI dapat menjadi jembatan atau penyambung antara santriwan dan santriwati di Indonesia untuk bisa melanjutkan pendidikan di Maroko. Kedua, menjalin kerja sama antara Mufti Maroko dan MUI.
“Insyaallah ada kemungkinan untuk kita menjalin kerja sama antara Mufti Maroko dan MUI. Kerja sama tersebut dapat berupa sharing idea tentang ide Istimbatul hukm, yaitu bagaimana cara membuat hukum yang sesuai pada zaman dan era yang terus berkembang saat ini, baik itu hukum agama maupun tentang hukum ekonomi syariah saat ini semakin berkembang,” tutur Pengasuh Ponpes Darul Uchwah ini saat menyampaikan harapannya.
Ketiga, menjalin kerja sama dengan lembaga ulama yang ada di Maroko, baik berupa Sharing idea maupun melakukan agenda–agenda tahunan.
Keempat, membuka kesempatan ekspor dan impor antara Indonesia dengan Maroko melalui komisi Ekonomi di MUI.
Baik Dubes Maroko maupun MUI bersepakat untuk melanjutkan pembicarakan kerja sama dalam berbagai sektor seperti pertukaran pelajar, dialog antarulama dan lain sebagainya.
Diskusi tersebut juga dihadiri oleh Pengurus Komisi HLNKI MUI yakni Sekretaris Komisi Dr Andy Hadiyanto, Dubes Safirah Machrusah, Dr Suherman, Dr Burhanuddin, H Oke Setiadi, Agus Nilmada Azmi, dan Yanuardi Syukur.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!