Humas Polda dan AMSI Sulbar Tekankan Penguatan Keamanan Siber Jelang Pilkada 2024

ED
Rabu, 18 September 2024 | 16:19 WIB
Bagikan
Humas Polda dan AMSI Sulbar Tekankan Penguatan Keamanan Siber Jelang Pilkada 2024

VISI.NEWS | MAMUJU – Polda Sulawesi Barat melalui Bidang Humas (Bid Humas) mengadakan pelatihan dengan tema “Meningkatkan Kompetensi Humas, Sukseskan Pilkada 2024.” Acara ini berlangsung di Hotel Aflah Mamuju pada Rabu (18/9/24) dan dihadiri oleh peserta dari perwakilan Satker Polda Sulbar dan Humas Polres se-Sulawesi Barat.

Pelatihan ini menghadirkan Ketua AMSI Sulawesi Barat dengan materinya Ancaman Cyberspace Dalam Pilkada 2024, Ketua AJI Kota Mandar dengan materi Jurnalistik, dan materi Viralisasi oleh Brigpol Tryono Abidin.

Kabid Humas Kombes Pol Slamet Wahyudi dalam sambutannya menyatakan bahwa pelatihan ini adalah langkah penting untuk meningkatkan profesionalitas dan efektivitas komunikasi publik Polri. Menurutnya, di era digital saat ini, peran Humas menjadi sangat vital dalam membangun citra positif dan kepercayaan publik terhadap Polri. Ia berharap personel Humas mampu meningkatkan pemahaman tentang strategi komunikasi publik yang efektif dan responsif terhadap dinamika masyarakat.

"Kemampuan komunikasi yang tepat sasaran, baik secara lisan, tulisan, maupun visual, sangat diperlukan. Selain itu, membangun hubungan yang harmonis dengan media massa dan publik dalam mengelola isu-isu sensitif dan kontroversial juga menjadi kunci," ujar Kombes Pol Slamet Wahyudi.

Ketua AMSI Sulawesi Barat, Anhar, dalam paparannya menjelaskan pentingnya memahami dunia digital atau "cyberspace" dalam konteks Pilkada 2024. Dengan perkembangan teknologi dan ruang digital yang semakin terintegrasi, ada peluang dan ancaman yang perlu dihadapi, terutama dalam hal keamanan siber. Anhar menekankan perlunya penguatan keamanan siber untuk mencegah serangan terhadap data pemilih atau situs resmi.

Ia juga mengingatkan akan bahaya disinformasi dan penyebaran hoaks yang dapat mempengaruhi opini publik secara negatif. Menurutnya, media sosial sering digunakan sebagai alat untuk menyebarkan hoaks dan kampanye hitam yang bisa merusak citra penyelenggaraan pemilu dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap hasil pemilu.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.