Huawei Tampil di MWC Shanghai 2023: Tingkatkan Evolusi 5G Menuju 5,5G Guna Merevitalisasi Ekonomi Digital
Kini, pengguna 5G mencapai lebih dari 1,2 miliar orang di seluruh dunia, dan operator yang bergerak cepat mengembangkan 5G telah menikmati keuntungan pada fase awal. Hal ini terwujud setelah operator meningkatkan kebutuhan jaringan sesuai dengan aplikasi baru di beragam pasar. Di segmen konsumer, layanan baru seperti New Calling, cloud phones, dan glasses-free 3D membutuhkan kecepatan data yang lebih tinggi dan latensi yang lebih rendah. Sementara, di segmen industri, ekosistem RedCap telah berkembang dengan baik, dan pasar IoT pasif pun tengah berekspansi. Di sisi lain, Internet of Vehicles (IoV) menuntut kecepatan uplink yang semakin tinggi. Aplikasi all-scenario ini diperkirakan menghasilkan 100 miliar koneksi. Untuk itu, model layanan baru segera mendorong pemutakhiran industri yang menciptakan keuntungan pada fase kedua.
Layanan 5G komersial telah hadir di pasar sejak empat tahun lalu, dan dipakai di lebih dari 17.000 proyek jaringan privat di seluruh dunia. Pendapatan dari jaringan privat 5G dan jumlah koneksi industri telah melesat tiga kali lipat. Lebih lagi, banyak operator mengandalkan pendapatan senilai RMB 100 miliar dari jaringan privat 5GtoB untuk meningkatkan pendapatan DICT senilai RMB 100 miliar dari layanan cloud, penyimpanan data, serta platform. Meski banyak diuji coba di Tiongkok, layanan 5GtoB telah merambah ke wilayah lain di seluruh dunia, bahkan direplikasi secara komersial di Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Layanan tersebut membantu klien industri menghemat biaya sekaligus meningkatkan efisiensi, serta mewujudkan transformasi digital yang berteknologi pintar di berbagai industri, seperti manufaktur, pelabuhan, pertambangan, sumur migas, dan kesehatan.
5,5G juga kian menyasar industri komunikasi. Teknologi 5,5G diprediksi akan meningkatkan kapabilitas jaringan hingga 10 kali lipat, serta menciptakan peluang bisnis hingga 100 kali lipat lebih banyak bagi pihak operator. Di MWC Shanghai tahun ini, Huawei memamerkan empat fitur utama 5,5G—downlink 10 Gbit/s, uplink 1 Gbit/s, 100 miliar koneksi, dan native AI. Huawei juga mengeksplorasi lima bidang konektivitas yang segera marak ditemui dengan 5,5G—konektivitas bagi manusia, benda, kendaraan, industri, dan rumah. Maka, Huawei mulai membantu beberapa operator di seluruh dunia untuk memverifikasi 5,5G secara komersial. Industri 5,5G akan terus berkembang pesat setelah peluncuran standar 5,5G yang perdana ditangguhkan pada Semester I-2024, dan teknologi terkait telah diverifikasi secara luas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!