Huawei OptiX Club 2024: Membangun Fondasi Kecerdasan Industri dengan Teknologi Canggih F5.5G
Terkait data center interconnect (DCI), Huawei menyediakan platform DCI generasi terbaru yaitu Huawei OptiXtrans DC908 Pro yang mendukung Tbps per wavelength untuk memastikan transmisi layanan yang efisien, aman, dan andal.
Lebih dari 200 perwakilan dari mitra industri Huawei, termasuk PT Eka Mas Republik (Myrep), BIZNET, dan sejumlah instansi lainnya, menghadiri KTT ini dan berbagi pengalaman tentang kerja sama mereka dengan Huawei untuk membangun all-optical network.
Hendra Gunawan, Chief Technology Officer PT Eka Mas Republik (MyRepublic), menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dan kemitraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara Huawei dan MyRepublic dengan menegaskan kembali nilai utama perusahaannya dalam menawarkan kualitas internet premium bagi para pelanggan. "Menyediakan internet yang andal dan stabil adalah strategi MyRepublic untuk tampil sebagai pemenang dalam pasar fiber-to-the-home (FTTH) yang kompetitif," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Arki Rifazka, Ketua Pelaksana Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), menyatakan, "Huawei selalu berada di garis depan pengembangan teknologi fixed broadband. Fiber-to-the-room (FTTR) menjadi salah satu terobosan kunci untuk memperluas konektivitas. Peningkatan bandwidth hingga 100Mbps sangat penting untuk meningkatkan kualitas internet di Indonesia."
Pada April tahun ini, Huawei membuka perekrutan anggota OptiX Club di seluruh dunia. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2020, Optix Club telah menyelenggarakan lebih dari 200 acara di 40 negara di seluruh dunia. OptiX Club kemudian melanjutkan dengan mengadakan sejumlah acara untuk para anggota pada tahun 2024. Dengan melibatkan vendor, user, peneliti, dan analis industri optik dari seluruh dunia, Huawei mendorong terjalinnya lebih banyak pertukaran informasi mengenai standar industri, tren pengembangan komunikasi dan aplikasi fiber optic, penggunaan komersial, serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh kecerdasan digital industri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!