Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Hilal Tipis di Bandung, Penentuan Lebaran Jadi Penentu

ED
Kamis, 19 Maret 2026 | 13:56 WIB
Bagikan
Hilal Tipis di Bandung, Penentuan Lebaran Jadi Penentu

VISI.NEWS | BANDUNG - Peneliti Observatorium Bosscha dari Institut Teknologi Bandung, Yatny Yulianty, mengungkapkan posisi hilal pada Kamis, 19 Maret 2026 di Kota Bandung berada sangat dekat dengan Matahari. Kondisi ini membuat hilal berpotensi sulit diamati dan menjadi faktor penting dalam penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Observatorium Bosscha sendiri secara rutin melakukan pengamatan bulan sabit muda setiap bulan. Hasil pengamatan ini menjadi rujukan ilmiah bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Berdasarkan perhitungan astronomi, elongasi geosentrik hilal di wilayah Indonesia berkisar antara 4,6 derajat hingga 6,2 derajat. Sementara itu, elongasi toposentrik tercatat sekitar 4,0 derajat hingga 5,5 derajat.

Selain itu, ketinggian hilal saat Matahari terbenam berada pada rentang 0 derajat hingga 3 derajat di wilayah barat Indonesia. Posisi ini menunjukkan bahwa bulan berada sangat rendah di atas ufuk, sehingga menyulitkan proses pengamatan.

Yatny menjelaskan bahwa kondisi tersebut menempatkan hilal pada batas kritis visibilitas. Faktor seperti cuaca, kejernihan langit, serta metode pengamatan sangat menentukan apakah hilal dapat terlihat atau tidak.

Untuk memastikan hasil yang akurat, tim astronom Observatorium Bosscha melakukan pengamatan di dua lokasi, yakni Lembang dan Lhok Nga. Pengamatan dilakukan menggunakan teleskop serta instrumen pencitraan modern.

Pemilihan lokasi di Aceh bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut berada di batas kriteria visibilitas hilal, sehingga dinilai strategis untuk memperkuat data ilmiah terkait kemungkinan terlihatnya bulan sabit muda di Indonesia.

Meski demikian, Yatny menegaskan bahwa penentuan resmi 1 Syawal 1447 Hijriah tetap menjadi kewenangan pemerintah melalui sidang isbat. Hasil pengamatan dari Observatorium Bosscha berfungsi sebagai bahan pertimbangan ilmiah.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.