HIKMAH: Tak Perlu Berdoa Panjang Umur, Jangan juga Minta Mati (2)
ED
Editor
Fendy Sy Citrawarga
Rabu, 1 Desember 2021 | 05:13 WIB
Oleh Asnawin Aminuddin
VISI.NEWS - Di sisi lain di mana hati nurani Anda sebagai anak yang telah dihamilkan selama sembilan bulan lebih, dilahirkan, diberi ASI, dirawat, dibesarkan, dididik, disekolahkan, hingga akhirnya bekerja dan berkeluarga, tapi setelah itu orang tua yang melahirkan Anda, Anda bawa ke panti jompo, hanya karena dianggap tidak bisa lagi mengurus diri sendiri atau dianggap hanya menjadi beban keluarga.
Tentang umur yang panjang ini, Allah ta’alla sudah mengingatkan dalam Al-Quran, Surah Yasin, surah ke-36, ayat 68, “Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya, (lemah). Maka, mengapa mereka tidak mengerti?”
Dalam ayat lain, Surah An-Nahl, surah ke-16, ayat 70, Allah ta’alla berfirman, “Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu; di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang tua renta (pikun) sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa.”
Jangan Meminta Mati
Meskipun tidak disarankan untuk meminta umur panjang, kita juga dilarang meminta agar kematian kita dipercepat. Kita dilarang berputus asa, meskipun kita mendapat cobaan berat.
Rasulullah shallallahu alaihi wa shallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, bersabda, “Jangan kamu minta mati kepada Allah karena masalah yang Allah berikan kepadamu, tetapi lebih baik engkau berdoa kepada Allah, ‘Ya Allah, hidupkan aku selama Engkau izinkan aku hidup dalam keadaan yang baik buat aku, dan wafatkanlah aku apabila Engkau kehendaki aku wafat dalam keadaan yang baik buat aku.”
Dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Manusia yang terbaik (adalah) orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Sebaliknya, “Orang yang terburuk (adalah) orang yang berumur panjang dan buruk amalnya.” (HR Ahmad)
Orang yang Dipanjangkan Umurnya
Sebenarnya tanpa meminta, Allah ta’alla bisa saja memperpanjang umur manusia. Salah satu kisah orang yang diperpanjang umurnya oleh Allah, terjadi pada zaman Nabi Ibrahim.
Suatu hari, Nabi Ibrahim kedatangan seorang tamu, yang tak lain ialah sahabat sekaligus muridnya sendiri. Setelah tamunya pergi, datanglah Malaikat Izrail, malaikat pencabut nyawa.
“Siapa anak muda yang tadi mendatangimu, wahai Ibrahim?” tanya Malaikat Izrail.
“Itu sahabat sekaligus muridku,” jawab Ibrahim.
“Ada apa dia datang menemuimu?” tanya Malaikat Izrail.
“Dia menyampaikan akan melangsungkan pernikahannya besok pagi,” jawab Nabi Ibrahim.
“Sayang sekali,” kata Malaikat Izrail.
“Sayang kenapa?” tanya Nabi Ibrahim.
“Saya diperintahkan mencabut nyawanya malam ini,” jelas Malaikat Izrail.
Setelah berkata seperti itu, Malaikat Izrail pun langsung pergi meninggalkan Nabi Ibrahim.
Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk memberi tahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberi tahu tentang kematian anak muda itu. Tapi langkahnya terhenti. Nabi Ibrahim memilih membiarkan kematian dan umur manusia menjadi rahasia Allah.
Keesokan harinya, Nabi Ibrahim pergi ke rumah muridnya dan menyaksikan anak muda tersebut melangsungkan pernikahannya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabi Ibrahim malah melihat anak muda itu panjang umurnya.
Hingga muridnya itu berumur 70 tahun. Ketika itulah Malaikat Izrail datang dan Nabi Ibrahim langsung bertanya kepadanya.
“Apakah tempo hari engkau berbohong kepadaku? Bukankah engkau mengatakan akan mencabut nyawa muridku itu pada malam sebelum ia menikah? Nyatanya, ia masih hidup sampai saat ini dan usianya sudah 70 tahun?” tanya Nabi Ibrahim.
“Saya memang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mencabut nyawanya pada malam itu, tapi Allah menahannya,” ungkap Malaikat Izrail.
“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawanya ketika itu?” tanya Nabi Ibrahim.
“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan memanjangkan umurnya, hingga engkau masih melihatnya hidup sampai saat ini,” tutur Malaikat Izrail.
Perbanyak Beribadah
Dari kisah tersebut, kiranya kita dapat mengambil pelajaran bahwa umur manusia itu sudah ditentukan oleh Allah ta’alla. Tidak perlu berharap panjang umur. Tidak perlu berdoa panjang umur.
Perbanyak saja beribadah. Salat lima waktu secara berjemaah di masjid, salat di awal waktu, rajin berpuasa, rajin salat malam, rajin bersedekah, rajin membantu orang lain, rajin bersilaturrahim, dan sebagainya.
Jika Allah menghendaki, dengan ibadah kita, dengan sedekah kita, dengan silaturrahim kita sesama manusia, insyaallah umur kita diperpanjang agar dapat lebih lama beribadah dan melakukan kebajikan. (Penulis, Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Sulsel)./Habis/@fen/sumber: mui.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!