HIKMAH: Tak Perlu Berdoa Panjang Umur, Jangan juga Minta Mati (1)

ED
Selasa, 30 November 2021 | 06:41 WIB
Bagikan
HIKMAH: Tak Perlu Berdoa Panjang Umur, Jangan juga Minta Mati (1)
Oleh Asnawin Aminuddin VISI.NEWS - NABI Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah syubhana wa ta’alla memiliki banyak keistimewaan. Salah satu keistimewaan beliau adalah diberi umur panjang, bahkan sangat panjang. Nabi Adam konon berusia sekitar 1000 tahun. Siti Hawa, istri Nabi Adam, dalam berbagai riwayat disebutkan melahirkan sebanyak 20 kali, dan setiap melahirkan selalu kembar. Dengan demikian, Adam dan Hawa memiliki anak sebanyak 40 orang, terdiri atas 20 anak laki-laki dan 20 anak perempuan. Apakah ada manusia di zaman sekarang ini yang usianya hingga 1000 tahun seperti Nabi Adam? Apakah ada wanita di zaman sekarang ini yang mampu melahirkan sebanyak 20 kali dan setiap melahirkan selalu anak kembar? Jawabannya tentu saja, “Tidak ada.” Nabi Nuh konon berusia lebih dari 1000 tahun. Dalam usianya yang sangat panjang itu, Nabi Nuh disebutkan berdakwah selama 950 tahun, terhitung sejak beliau diangkat menjadi nabi dan rasul. Allah ta’alla menyebutkan dalam Al-Quran, Surah Al-Ankabut, surah ke-29, ayat 14, “Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.” Mengapa Nabi Adam dan Nabi Nuh bisa berusia hingga 1000 tahun, sementara kita, umat Muhammad, bahkan Rasulullah saw. sendiri, rata-rata hanya berusia kurang dari 100 tahun. Rasulullah sendiri hanya berusia sekitar 62 tahun. Salah satu penyebabnya mungkin karena tubuh Nabi Adam dan tubuh Nabi Nuh memang jauh lebih besar dan jauh lebih tinggi dibanding tubuh Nabi Muhammad dan manusia akhir zaman. Dalam berbagai riwayat disebutkan tinggi badan Nabi Adam sekitar 60 hasta. Hasta adalah ukuran panjang yang diukur dari ujung jari tengah hingga siku. Satu hasta disepakati panjangnya sama dengan 45 sentimeter. Jika dikalikan, 60 hasta dikalikan 45 sentimeter, maka jumlahnya sama 2.700 sentimeter atau 27 meter. Dengan demikian, maka tinggi badan Nabi Adam diperkirakan sekitar 27 meter, sementara tinggi badan rata-rata manusia sekarang ini kurang dari 2 meter. Maka wajar kalau Nabi Adam bisa berusia sekitar 1000 tahun. Mungkin tidurnya juga tidak seperti kita sekarang ini. Boleh jadi, Nabi Adam dan manusia pada zamannya, satu kali tidur mungkin tidurnya berhari-hari atau berminggu-minggu lamanya, sementara kita hanya tidur antara lima jam hingga delapan jam per hari. Ulang Tahun Sekarang ini, banyak orang yang berdoa agar umurnya dipanjangkan. Banyak orang yang setiap tahun merayakan ulang tahunnya dan meminta kepada keluarga dan teman-temannya agar mendoakan dirinya panjang umur. Dalam acara peringatan hari ulang tahun, mereka menyanyikan lagu, “Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya, serta mulia, serta mulia, serta mulia”. Lagu ulang tahun ini sebenarnya bukan lagu Islami. Lagu ini berasal dari tradisi orang Nasrani (Kristen). Acara perayaan ulang tahun sebenarnya tidak dikenal dalam Islam. Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa shallam tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Rasulullah juga tidak pernah berdoa agar umurnya dipanjangkan. Usia Rasulullah terbilang paling pendek dibandingkan nabi-nabi sebelumnya, kecuali Nabi Isa yang hanya berusia sekitar 33 tahun pada saat diangkat ke langit. Rasulullah pernah diberi tawaran dari Allah ta’alla untuk diperpanjang umurnya, tetapi beliau menolak. Nabi Musa juga pernah ditawari umur panjang, tetapi beliau menolak. Peringatan Allah Sekarang, justru banyak orang yang berdoa agar umurnya dipanjangkan. Untuk apa meminta umur panjang? Orang yang panjang umurnya kebanyakan tidak produktif lagi di usia tua, bahkan ada yang jadi pikun. Dan celakanya, ada juga orang tua yang karena dianggap tidak lagi bisa mengurus dirinya sendiri dan dianggap membebani keluarga, akhirnya dibawa ke panti jompo. Niat sang anak atau keluarganya mungkin baik, supaya orang tua mereka bisa mendapat perawatan dan bisa berkumpul sesamanya orang jompo, tapi orang tua yang dibawa ke panti jompo belum tentu senang, belum tentu bahagia. (Bersambung/penulis, Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Sulsel). @fen/sumber: mui.or.id

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.