HIKMAH | Hasil Kerja Tangan Sendiri Lebih Berkah
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, 'Pekerjaan apakah yang paling baik?' Beliau menjawab, 'Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua pekerjaan perniagaan yang baik'.” (HR Baihaqi dan Al Hakim; shahih lighairihi).
Para ulama sufi tidak melalaikan prinsip bekerja. Mereka sangat terdepan bekerja dan mereka menafkahi diri sendiri dari hasil tangan sendiri
Imam Al-Junaid dikenal sebagai orang memiliki kedai toko. Ia salat zuhur dan asar setiap hari, ia menurunkan tirainya. Ibrahim bin Adham itu seorang perawat kebun-kebun dengan itu ia bersedekah dan mengeluarkan nafkah.
Nabi Zakariah itu adalah seorang tukang kayu, sedang Nabi Daud a.s. pembuat baju besi untuk pakain perang. Dengan pekerjaan Nabi Daud itu, ia menafkahi diri dan keluarganya.
Bekerja secara langsung dan banting tulang diridai Allah, sementara bergantung pada sesama adalah tidak diridai Allah kecuali sakit dan tertimpa musibah di luar batas daya manusia. Wallahu A’lam. @fen/sumber: muisulsel.com
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!