Hasil Survei 5 Lembaga Pasca Debat Kedua Capres dan Cawapres, Prabowo-Gibran Paling Unggul
VISI.NEWS | JAKARTA - Lima lembaga survei telah merilis hasil penelitian elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Pilpres 2024 pasca debat kedua yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Desember 2023. Hasil survei menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) masih unggul di posisi pertama, meskipun dengan margin yang semakin menipis.
Lembaga survei Indometer misalnya, merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres terbarunya pada Sabtu (23/12/2023). Survei ini dilakukan pada 15-21 Desember 2023 lalu, atau setelah debat kedua. Dari survei ini, paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran, memperoleh 48,9 persen, turun 1,9 persen dari survei sebelumnya. Sementara itu, paslon nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Anies-Muhaimin) memperoleh 24,4 persen, naik 2,4 persen dari survei sebelumnya. Sedangkan paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Ganjar-Mahfud) memperoleh 21,9 persen, naik 0,7 persen dari survei sebelumnya. Sebanyak 4,8 persen responden belum menentukan pilihan.
"Prabowo-Gibran masih unggul di posisi pertama, meskipun dengan margin yang semakin menipis."
Survei Indometer melibatkan 1.200 responden di seluruh provinsi di Indonesia. Pemilihan responden dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling). Margin of error dari survei ini sekitar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Lembaga survei lain yang juga merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres pasca debat kedua adalah LSI, Polstat, Indikator Politik Indonesia, LSI Denny JA, dan SMRC. Berikut ini adalah hasil survei dari masing-masing lembaga survei tersebut:
LSI: Prabowo-Gibran 47,8 persen, Anies-Muhaimin 25,2 persen, Ganjar-Mahfud 22,3 persen, tidak tahu/tidak jawab 4,7 persen.
Polstat: Prabowo-Gibran 48,7 persen, Anies-Muhaimin 24,6 persen, Ganjar-Mahfud 22,1 persen, tidak tahu/tidak jawab 4,6 persen.
Indikator Politik Indonesia: Prabowo-Gibran 46,9 persen, Anies-Muhaimin 25,7 persen, Ganjar-Mahfud 22,8 persen, tidak tahu/tidak jawab 4,6 persen.
LSI Denny JA: Prabowo-Gibran 45,6 persen, Anies-Muhaimin 26,9 persen, Ganjar-Mahfud 22,7 persen, tidak tahu/tidak jawab 4,8 persen.
SMRC: Prabowo-Gibran 44,8 persen, Anies-Muhaimin 27,6 persen, Ganjar-Mahfud 23,1 persen, tidak tahu/tidak jawab 4,5 persen.
Dari hasil survei di atas, terlihat bahwa Prabowo-Gibran masih unggul di posisi pertama, meskipun dengan margin yang semakin menipis.
Anies-Muhaimin berada di posisi kedua, sementara Ganjar-Mahfud berada di posisi ketiga. Namun, perbedaan elektabilitas antara paslon nomor urut 1 dan 3 tidak terlalu besar, sehingga masih ada kemungkinan perubahan di masa depan.
Debat kedua yang dilakukan cawapres mengangkat tema tentang ekonomi, kesejahteraan, dan pembangunan. Debat ini menjadi ajang bagi para cawapres untuk menunjukkan visi, misi, dan programnya kepada publik, serta menjawab berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah soal utang negara. Prabowo-Gibran menyerang Anies-Muhaimin dengan menyebut bahwa utang DKI Jakarta meningkat tajam selama Anies menjadi gubernur. Anies membantah hal tersebut dan mengatakan bahwa utang DKI Jakarta justru menurun dari Rp 27 triliun menjadi Rp 25 triliun.
"Utang DKI Jakarta justru menurun dari Rp 27 triliun menjadi Rp 25 triliun," ungkap Anies Baswedan
Sementara itu, Ganjar-Mahfud menyoroti utang pemerintah pusat yang mencapai Rp 6.000 triliun. Ganjar menilai bahwa utang tersebut tidak sebanding dengan kesejahteraan rakyat. Ganjar juga menantang Prabowo untuk membuktikan janjinya untuk menaikkan gaji PNS dan TNI/Polri jika terpilih menjadi presiden.
"Utang pemerintah pusat mencapai Rp 6.000 triliun. Utang itu tidak sebanding dengan kesejahteraan rakyat," ungkap Ganjar Pranowo.
Debat kedua cawapres berlangsung selama dua jam dengan format tanya jawab, debat terbuka, dan penutup. Debat ini dipandu oleh dua moderator, yaitu Alfito Deannova dan Liviana Cherlisa. Debat ini disaksikan oleh sekitar 200 undangan yang terdiri dari tim sukses, partai pengusung, dan tokoh masyarakat.
Debat ketiga capres-cawapres akan digelar pada 7 Januari 2024 mendatang. Debat ini akan mengangkat tema tentang politik, hukum, pertahanan, dan keamanan, hubungan internasional dan geopolitik.
Debat keempat digelar 21 Januari 2024dengan tema pembangunan keberlanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.
Dan debat kelima akan digelar 4 Februari 2024, dengan tema meliputi kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan juga inklusi.
Debat ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi para capres-cawapres untuk menunjukkan sikap, komitmen, dan solusi mereka terhadap berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.
@mh
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!