Hari Pertama Pembukaan PPDB Online 2024 Banyak Dikeluhkan Ortu Siswa
VISI.NEWS | BANDUNG - Hari pertama pendaftaran online penerimaan siswa didik baru (PPDB) 2024 banyak orang tua siswa yang mengeluh karena sulit masuk ke web PPDB Disdik Jabar, karena diduga servernya mengalami overload.
"Selalu di kita itu tidak dihitung kapasitas kemampuan dari server, kalau memang terjadi overload, seharusnya Disdik Jabar sudah bisa mengantisipasinya karema PPDB itu kan bukan kegiatan baru, tapi rutin tiap tahun," ungkap Manang (43) salah seorang orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya ke sebuah SMKN di Kabupaten Bandung kepada VISI.NEWS, Senin (3/6/2024).
Katanya untuk daftar online PPDB SMKN ini haru masuk melalui website disdik.jabarprov.go.id dan batas waktu pendaftaran untuk tahap 1 dari tanggal 3-7 Juni 2024 dan tahap 2 dari tanggal 24-28 Juni 2024. "Waktunya tahap satu dan tahap dua ini hanya empat hari, empat hari, sementara yang daftar lulusan SMP dan MTS di Jawa Barat ini ratusan ribu, seharusnya pendaftaran bisa diatur lebih lama atau dibagi dalam zona-zona agar tidak sekaligus seperti sekarang," keluhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Jajang Mulyana (51) warga Antapani, Kota Bandug. Ia mengatakan sudah berupaya mendaftarkan anaknya ke salah satu sekolah favorite di kawasan itu dari pukul 08.00 WIB sampai ditutup pada pukul 20.00 WIB tidak bisa masuk. "Mendaftar dari selalu gagal karena tidak bisa masuk ke menu pendaftaran. Khawatirnya, sampai batas waktu pendaftaran tahap 1 tidak bisa daftar," keluhnya.
Diakuinya, ada satu dua teman anaknya yang sudah bisa daftar seperti dirinya setelah melakukannya berulang-ulang. "Istri saya sudah panik takut anak kami tidak bisa mendaftar ke sekolah negeri," cetusnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyu Mijaya mengatakan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat pada PPDB 2024 ini menyediakan 300.000 kursi untuk SMA Negeri tahun ini. Kemudian kuota SMA swasta bisa mencapai 103 persen dari lulusan SMP dan MTs. "Penambahan kuota ini beriringan dengan jumlah SMA Negeri di provinsi tersebut. memaparkan bahwa dari 627 kecamatan yang ada di Jawa Barat, sekitar 128 kecamatan belum memiliki SMA Negeri, " jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!