Hari Pertama Pembukaan PPDB Online 2024 Banyak Dikeluhkan Ortu Siswa

ED
Senin, 3 Juni 2024 | 19:40 WIB
Bagikan
Hari Pertama Pembukaan PPDB Online 2024 Banyak Dikeluhkan Ortu Siswa

VISI.NEWS | BANDUNG - Hari pertama pendaftaran online penerimaan siswa didik baru (PPDB) 2024 banyak orang tua siswa yang mengeluh karena sulit masuk ke web PPDB Disdik Jabar, karena diduga servernya mengalami overload.

"Selalu di kita itu tidak dihitung kapasitas kemampuan dari server, kalau memang terjadi overload, seharusnya Disdik Jabar sudah bisa mengantisipasinya karema PPDB itu kan bukan kegiatan baru, tapi  rutin tiap tahun," ungkap Manang (43) salah seorang orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya ke sebuah SMKN di Kabupaten Bandung kepada VISI.NEWS, Senin (3/6/2024).

Katanya untuk daftar online PPDB SMKN ini haru masuk melalui website disdik.jabarprov.go.id dan batas waktu pendaftaran untuk tahap 1 dari tanggal 3-7 Juni 2024 dan tahap 2 dari tanggal 24-28 Juni 2024. "Waktunya tahap satu dan tahap dua ini hanya empat hari, empat hari, sementara yang daftar lulusan SMP dan MTS di Jawa Barat ini ratusan ribu, seharusnya pendaftaran bisa diatur lebih lama atau dibagi dalam zona-zona agar tidak sekaligus seperti sekarang," keluhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Jajang Mulyana (51) warga Antapani, Kota Bandug. Ia mengatakan sudah berupaya mendaftarkan anaknya ke salah satu sekolah favorite di kawasan itu dari pukul 08.00 WIB sampai ditutup pada pukul 20.00 WIB tidak bisa masuk. "Mendaftar dari selalu gagal karena tidak bisa masuk ke menu pendaftaran. Khawatirnya, sampai batas waktu pendaftaran tahap 1 tidak bisa daftar," keluhnya.

Diakuinya, ada satu dua teman anaknya yang sudah bisa daftar seperti dirinya setelah melakukannya berulang-ulang. "Istri saya sudah panik takut anak kami tidak bisa mendaftar ke sekolah negeri," cetusnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyu Mijaya mengatakan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat pada PPDB 2024 ini menyediakan  300.000 kursi untuk SMA Negeri tahun ini. Kemudian kuota SMA swasta bisa mencapai 103 persen dari lulusan SMP dan MTs. "Penambahan kuota ini beriringan dengan jumlah SMA Negeri di provinsi tersebut.  memaparkan bahwa dari 627 kecamatan yang ada di Jawa Barat, sekitar 128 kecamatan belum memiliki SMA Negeri, " jelasnya.

Di Jabar, katanya, ada masalah di sebaran sehingga untuk yang sekarang dalam jalur zonasi, pihaknya memberikan kuota khusus terhadap 128 kecamatan yang belum memiliki sekolah negeri. Jadi nanti ada kuota khusus di kecamatan yang berdampingan dengan kecamatan tersebut.

Adapun untuk teknis PPDB 2024 relatif sama dengan tahun sebelumnya. Namun, Wahyu menjelaskan ada beberapa perubahan. "Pada tahun 2023, pemanfaatan aplikasi Sapawarga baru dapat dilakukan tahap ke-2. Sedangkan sekarang di tahap 1 sudah bisa dilakukan," jelasnya.

Wahyu juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika ada pihak yang mengikuti PPDB dengan cara-cara di luar aturan yang sudah ditentukan.

@mpa/uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.