Hari IniSinergi Kemensos dan Kementrans, Sekolah Rakyat akan Hadir di Wilayah Transmigrasi

Desi Rossilawati
Jumat, 8 Agustus 2025 | 08:36 WIB
Bagikan
Hari IniSinergi Kemensos dan Kementrans, Sekolah Rakyat akan Hadir di Wilayah Transmigrasi

VISI.NEWS | JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berkolaborasi mewujudkan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan transmigrasi. Ditargetkan, rencana ini sudah terwujud pada awal tahun depan.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

“Ada sesuatu yang baru yang menurut saya ini jadi harapan kita semua dalam rangka pemerataan pembangunan terutama di daerah 3 T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Bagaimana ke depan kita punya rencana bersama mendirikan Sekolah Rakyat di daerah-daerah transmigrasi, kita mulai dalami, identifikasi dan pada saatnya akan memulai,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf dikutip dari laman resmi Kemensos, Jumat (8/8/2025).

Ide ini menurut Gus Ipul sapaan akrab Sosial Saifullah Yusuf  sejatinya telah tercetus beberapa waktu lalu saat dirinya bertemu dengan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam suatu kesempatan. Tujuannya untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan transmigrasi.

“Ketika kita ketemu waktu itu, Pak Menteri menyampaikan soal kemungkinan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di daerah transmigrasi, saya sungguh menyambut baik karena saya kira sangat baik untuk komunitas adat terpencil maupun di daerah transmigrasi itu bisa diselenggarakan Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin memberikan akses pendidikan kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk ke dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Ada 3 juta lebih data BPS menunjukkan anak usia sekolah, tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah. Ada 3 juta lebih, jadi mereka ini enggak nampak, enggak terdengar dan bahkan kadang-kadang tidak ketahuan. Nah Presiden ingin kita menoleh anak-anak kita yang seperti ini,” terang Gus Ipul.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.