Hari Arafah Jadi Momentum Perbanyak Doa dan Introspeksi
Ilustrasi./visi.news/iStock.
VISI.NEWS | JAKARTA - Hari Arafah yang jatuh pada Selasa 26 Mei 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Tidak hanya identik dengan pelaksanaan wukuf oleh jemaah haji di Padang Arafah, hari tersebut juga dipandang sebagai waktu istimewa untuk memperbanyak doa, zikir, puasa sunah, dan refleksi spiritual.
Dalam tradisi Islam, Hari Arafah memiliki kedudukan sangat mulia karena menjadi puncak ibadah haji sekaligus waktu yang disebut Rasulullah SAW sebagai salah satu momen terbaik untuk berdoa. Karena itu, umat Islam di berbagai daerah memanfaatkan hari tersebut untuk memperbanyak amalan ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Majelis Ulama Indonesia menjelaskan bahwa Hari Arafah merupakan momentum penuh keberkahan yang dianjurkan diisi dengan doa dan zikir. Bagi umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji, puasa Arafah pada 9 Zulhijah juga memiliki keutamaan besar.
Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang. Keutamaan tersebut membuat Hari Arafah menjadi salah satu hari yang sangat dinantikan umat Islam setiap tahunnya.
Selain bernilai ibadah personal, Hari Arafah juga berkembang menjadi momentum sosial dan spiritual di tengah masyarakat. Tradisi saling mengirim ucapan, doa, dan pesan kebaikan melalui media sosial menunjukkan bagaimana nilai keagamaan kini turut hadir dalam ruang digital.
Ucapan seperti “Selamat Hari Arafah 1447 H. Semoga Allah SWT melimpahkan ampunan untuk kita” hingga ajakan memperbanyak istigfar dan amal saleh ramai dibagikan masyarakat menjelang Iduladha.
Dalam konteks sosial, fenomena ini memperlihatkan bahwa media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan dan informasi, tetapi juga menjadi sarana syiar serta pengingat spiritual bagi masyarakat modern.
Di sisi lain, Hari Arafah juga menjadi pengingat pentingnya introspeksi diri di tengah kehidupan yang semakin cepat dan penuh tekanan. Momentum ini mengajak umat Islam memperkuat hubungan spiritual, memperbanyak rasa syukur, serta mempererat hubungan dengan sesama menjelang perayaan Iduladha.
Zikir dan Doa di Hari Arafah
Merujuk penjelasan MUI dan kumpulan doa Hari Arafah yang diriwayatkan dalam hadis, berikut salah satu doa dan zikir yang dianjurkan dibaca pada Hari Arafah. Berikut bacaannya.
Zikir dan Doa Utama
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.
Artinya: "Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Doa Kebaikan Dunia-Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka."
Doa Mohon Ampunan
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Allaahummaghfir lii warhamnii watub 'alayya.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku."
Selain membaca doa tersebut, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istigfar, selawat, doa memohon ampunan, serta memanjatkan harapan dan kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain.
Di tengah dinamika kehidupan modern, Hari Arafah menjadi ruang spiritual yang mengingatkan pentingnya ketenangan batin, keikhlasan, dan penguatan iman sebelum menyambut Iduladha.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!