Hari Anak Internasional: Save the Children Ingatkan Pentingnya Pemenuhan Hak Anak dari Kelompok Minoritas Agama dan Hak Atas Kesehatan

ED
Rabu, 1 Juni 2022 | 07:37 WIB
Bagikan
Hari Anak Internasional: Save the Children Ingatkan Pentingnya Pemenuhan Hak Anak dari Kelompok Minoritas Agama dan Hak Atas Kesehatan

VISI.NEWS | JAKARTA - Save the Children Indonesia melalui laporan alternatif terkait Tinjauan Berkala Universal (Universal Periodic Review) tahun 2022 atas pelaksanaan pemenuhan hak asasi manusia di Indonesia, menyoroti secara khusus beberapa poin terkait hak anak dari kelompok minoritas agama serta hak kesehatan terutama ancaman “zero dose” atau anak usia balita yang tidak mendapatkan imunisasi rutin terutama di saat pandemi. Dalam penulisan laporan, Save the Children Indonesia bekerja sama dengan NGO Koalisi untuk Pemantauan Hak Anak dan Human Rights Working Groups. Laporan yang melibatkan lebih dari 20 lembaga ini, sudah diserahkan kepada the Human Rights Council secara online pada 31 Maret 2022 lalu.

“Di momen hari anak internasional ini, kami ingin seluruh pihak memberikan perhatian yang lebih terhadap ancaman kesehatan pada balita dan juga trauma serta diskriminasi yang dialami oleh anak – anak kelompok minoritas agama di Indonesia.” Tutur Troy Pantouw / Chief Advokasi, Kampanye, Komunikasi dan Media – Save the Children Indonesia

Ancaman Kesehatan Pada Anak

Secara Global, WHO melaporkan tahun 2020 ada 93,913 kasus Campak dan 7,420 kasus Rubela. Indonesia termasuk 10 negara yang ikut melaporkan kasus Rubela dan Difteri sebagai kasus Kejadian Luar Biasa. Pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap kesehatan anak di Indonesia. Terdapat setidaknya 3 isu yaitu, ancaman “Zero Dose” yakni balita yang tidak melakukan atau terlewat imunisasi dasar, pelanggaran Kode Etik Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI dan Stunting. Isu Zero Dose atau anak usia balita yang tidak mendapatkan imunisasi rutin semakin meningkat akibat dampak pandemi COVID-19. Layanan imunisasi di tingkat komunitas lumpuh dengan menurunannya secara signifikan POSYANDU yang aktif dari 63.6% (2019) menjadi 21% (Profile Kesehatan Indonesia 2020) karena larangan mobilitas selama pandemi COVID-19, ketidakcukupan stok vaksin, serta prioritas layanan kesehatan lebih fokus menangani kasus COVID-19.

Ancaman Kejadian Luar Biasa dengan munculnya kembali penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi rutin sudah di depan mata. Penyakit-penyakit ini sangat menular dan dapat mengakibatkan kesakitan, kecacatan bahkan kematian. Di masa pandemi COVID-19, cakupan imunisasi lengkap di Indonesia berkurang sekitar 10% di tahun 2020 dan 2021 dibandingkan dengan capaian di tahun 2019 atau dapat diartikan ada sekitar 10% dari 4.6 juta anak di Indonesia yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap (Laporan Imunisasi Kemenkes, April 2022).

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.