AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026

Harga Pertamax Tembus Rp17.000, Pertashop Sumbar Tertekan

ED
Kamis, 11 Juni 2026 | 23:51 WIB
Bagikan
Harga Pertamax Tembus Rp17.000, Pertashop Sumbar Tertekan

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Keberadaan usaha Pertashop sebagai penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax 92 di Sumatera Barat mulai menghadapi tekanan setelah kenaikan harga BBM yang berlaku sejak Rabu (10/6/2026).

Pertashop yang selama ini menjadi ujung tombak distribusi BBM non-subsidi di wilayah terpencil dan daerah yang belum terjangkau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kini dihadapkan pada tantangan baru akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Saat ini, harga Pertamax 92 di SPBU reguler wilayah Sumatera Barat telah mencapai Rp17.000 per liter. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada volume penjualan di tingkat Pertashop.

Sales Area Manager (SAM) Retail Sumbar Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, mengatakan bahwa hingga saat ini operasional Pertashop di Sumatera Barat masih berjalan normal meski dampak kenaikan harga mulai dirasakan.

“Mungkin ada dampak akibat kenaikan harga ini, tapi kami belum bisa pastikan (angkanya) karena harga baru saja naik,” ujar Fakhri dalam keterangannya dikutip, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, diperlukan analisis lebih lanjut dari masing-masing pemilik Pertashop untuk mengetahui sejauh mana kenaikan harga BBM memengaruhi volume penjualan bulanan mereka.

Pertamina juga berencana melakukan koordinasi dengan asosiasi pengusaha Pertashop guna memetakan berbagai kendala yang terjadi di lapangan pasca-kenaikan harga.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pertashop Sumbar Bersatu, Rahmadanur, mengungkapkan bahwa dampak kenaikan harga sudah mulai terlihat dari menurunnya aktivitas pembelian di tingkat pengecer.

Ia menjelaskan bahwa harga Pertamax 92 yang dijual di Pertashop saat ini berada pada kisaran Rp16.900 per liter atau sedikit lebih murah dibandingkan harga di SPBU reguler. Namun, selisih harga yang semakin jauh dengan Pertalite membuat sebagian konsumen memilih beralih ke BBM yang lebih terjangkau.

“Dampak nyatanya sudah terlihat (sepi). Namun untuk total penurunan angka penjualan, baru bisa kami kalkulasikan secara pasti setelah satu pekan berjalan,” kata Rahmadanur.

Para pelaku usaha Pertashop kini menunggu hasil evaluasi penjualan dalam beberapa hari ke depan untuk mengetahui besaran dampak kenaikan harga terhadap keberlangsungan usaha mereka. Jika tren penurunan konsumsi terus berlanjut, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi operasional Pertashop, khususnya di daerah-daerah yang selama ini bergantung pada layanan distribusi BBM tersebut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.