Harga Masker di Tanah Abang Tembus Rp40 Ribu per Boks
Harga masker di Pasar Tanah Abang tembus Rp40 ribu per boks./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Permintaan masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, meningkat setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik mencapai wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kondisi tersebut turut memengaruhi harga masker di sejumlah pedagang.
Salah seorang pedagang toko aksesori dan masker di Pasar Tanah Abang, Ella, 30, mengatakan harga masker di tokonya kini mencapai Rp40 ribu per boks. Padahal, sebelum erupsi, harga masker hanya sekitar Rp20 ribu per boks.
“Biasa sebelum erupsi itu ya kita jual Rp20 (ribu), tapi sekarang sudah bisa Rp40 (ribu), Rp35 (ribu). Per box. Isi 50,” kata Ella dalam keterangannya dikutip, Senin (7/9/2026).
Kenaikan harga tersebut, menurut Ella, berdampak langsung terhadap omzet penjualan masker di tokonya.
“Kenaikan kak. Masker ya, untuk masker saja,” ujar Ella.
Ella mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi di tingkat penjualan. Pasokan masker juga menjadi terbatas karena harga dari distributor pusat mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut membuat pemilik toko belum berani mengambil stok dalam jumlah besar. Salah satu pertimbangannya adalah durasi erupsi yang belum dapat dipastikan sehingga dikhawatirkan permintaan masker kembali normal ketika harga modal masih tinggi.
"Kita mau jual lagi cuma harganya udah drastis Kak naik dari sana. Jadi bosnya udah gak berani ngambil lagi. Takutnya kan ini erupsinya cuma sampai hari kapan gitu ya. Takutnya nanti kita belanja banyak dengan harga mahal, nanti kan takutnya erupsinya udah enggak ini kan enggak ini lagi harganya. Sedangkan kita dapat modal mahal," ungkap Ella.
Selain menjual dalam kemasan boks, Ella juga menyediakan masker secara eceran. Kemasan tersebut berisi 10 masker dengan harga Rp10 ribu per paket.
"Sama sih, kalau diecernya sama, cuma yang boksnya yang beda. Kalau boks tuh harga biasa Rp20 ribu kita jual, Rp15 kita juga jual. Cuma kalau sekarang sudah enggak bisa," kata dia.
Kondisi berbeda disampaikan pedagang masker lainnya di Pasar Tanah Abang. Yanti (20) mengatakan harga masker di tokonya masih sama dan belum mengalami kenaikan.
“Enggak sih, kak. Kalau dari harga kita sama saja,” kata Yanti.
Meski harga tetap, Yanti mengungkapkan jumlah pembeli dan volume pembelian masker mengalami peningkatan setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebelum erupsi, pembelian masker di lapaknya tergolong jarang. Namun, setelah erupsi, penjualan disebut dapat mencapai 15 hingga 20 bungkus per hari.
Masker tersebut dijual dengan harga Rp10 ribu per bungkus yang berisi sekitar satu lusin masker.
"Yang beli makin banyak. Kemarin sore yang toko sebelah itu beli lima. Terus paginya itu sebelumnya tiga," jelas Yanti.
Peningkatan jumlah pembeli tersebut turut berdampak terhadap omzet penjualan masker. Yanti memperkirakan omzet harian dari komoditas tersebut meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.
“(Kenaikan penjualan) 20 persen atau 30 persen gitu kan perbedaannya,” ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!