Hampir Sebulan, Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Belum Terungkap

Desi Rossilawati
Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:41 WIB
Bagikan
Hampir Sebulan, Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Belum Terungkap

Lokasi penemuan satpam yang meninggal terborgol di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Misteri kematian Sumarna (40), satpam di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini belum terungkap. Hampir sebulan setelah ditemukan meninggal dunia, polisi masih mendalami kasus yang diduga berkaitan dengan pembunuhan tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban serta mencari pihak yang bertanggung jawab.

"Kita doakan tim penyidik Polres Purwakarta, mudah-mudahan segera terungkap," kata Hendra dalam keterangannya dikutip, Jumat (21/8/2026).

Hendra mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Ia belum membeberkan secara rinci kendala yang dihadapi polisi dalam proses pengungkapan perkara.

"Msih kita dalami, pembuktinya masih didalami," ujarnya.

Ia menegaskan, kasus kematian Sumarna masih menjadi perhatian dan ditangani oleh jajaran Polres Purwakarta.

"Masih, kita atensi," tambahnya.

Sebelumnya, Sumarna ditemukan meninggal dunia di tepian danau kawasan Tanggul Ubrug, Kabupaten Purwakarta, Jumat (24/7/2026) siang. Saat ditemukan, korban dalam kondisi terborgol dan masih mengenakan seragam saat bertugas.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan polisi masih fokus mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut.

"Informasi yang kami terima korban dalam keadaan terborgol dan masih menggunakan seragam saat bertugas. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian, melacak pelaku, serta menguak motif di balik kejadian ini," jelas Purwantara.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan berkaitan dengan aktivitasnya saat bekerja.

"Kami sudah mengamankan barang milik korban, seperti sepeda motor yang digunakan korban bekerja, HT, kalo HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi," pungkasnya.

Selain mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi, kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya kaitan antara perselisihan terkait aksi vandalisme dengan kematian Sumarna.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.