Hakikat Penciptaan Manusia
ED
Editor
M Purnama Alam
Minggu, 5 Januari 2025 | 03:05 WIB
Oleh Gus Basir
ALLAH SWT menciptakan manusia dan makhluk lainnya di alam semesta ini dengan tujuan dan bukan untuk kesia-siaan. Manusia tidak hanya diciptakan tanpa sifat dan substansi. Untuk mengetahui hakikat penciptaan manusia, terlebih dahulu kita harus mengetahui asal mula penciptaan manusia. Seperti yang kita ketahui, Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama dan memberinya misi di bumi. Lihat penjelasan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Asal atau sumber penciptaan manusia ada dua hakikat. Yang pertama adalah asal atau sumber yang jauh yakni menyangkut proses penciptaan manusia dari tanah dan disempurnakannya manusia dari tanah tersebut dengan ditiupkannya ruh. Asal yang kedua adalah penciptaan manusia dari sumber yang dekat yakni penciptaan manusia dari nutfah yakni sel telur dan sel sperma. Di dalam Alqur’an disebutan tentang asal penciptaan manusia, diantaranya sebagai berikut :
1. Penciptaan manusia dari tanah
Berikut ini adalah ayat-ayat yang menjelaskan kejadian penciptaan manusia dari tanah “Yang membuat segala sesuatu yang memciptakan sebaik-baiknya dan memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunan dari saripati air yang hina kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya ruh (ciptaan) Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tetapi) sedikit sekali tidak bersyukur.”(QS As sajadah 7) “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (QS Shad : 71-72)2. Penciptaan manusia dari nutfah
Adapun penciptaan manusia dari nutfah atau mani disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini “Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang(berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS AlMukminun 12-14) Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, Maka apabila dia menetapkan sesuatu urusan, dia Hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, Maka jadilah ia. (QS Al Mukmin 67) Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan seluruh manusia dari tanah, kemudian Allah juga menciptakan manusia dari mani dan menyimpannya dalam rahim kemudian mengeluarkannya dari rahim sang ibu sebagai bayi yang kemudian tumbuh dan beranjak dewasa. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim berikut ini “Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam): rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya).” (HR. Muslim)Hakikat Penciptaan Manusia.
Allah menciptakan manusia dengan dua unsur yakni jasmani dan rohani. Unsur jasmani Adalah tubuh atau jasad manusia yang tersusun atas organ dan sistem organ. Unsur yang kedua yakni unsur ruh atau jiwa. Kedua unsur ini berkaitan satu sama lain dan apabila kedua unsur tersebut berpisah maka manusia disebut mati sehingga tidak lagi dapat disebut sebagai manusia. Khusus unsur yang kedua ini setelah jasad masih dalam rahim, Allah masukan ruh kedalamnya.namun awal penciptaan ruh/rohani yang menjadikan hidupnya jasmani menurut syekh Abdul Qadir Al Jaiylani tercipta melalui 4 tahapan 1. Ruh diciptakan di alam Lahut (Alam spritual yang merupakan salah satu dari dua alam yang di miliki oleh manusia, yaitu alam spritual /lahut dan alam fisika) Kemudian ruh ini di turunkan ke alam jabarut 2. Alam jabarut adalah alam ghaib yang hanya di huni oleh ruh suci dan tempat kehadiran Tuhan, dalam alam jabarut ini memiliki beberapa ciri, diantaranya:- Alam jabarut berada diantara alam dan maqom qudsyiah dan diantara wilayah aktual dan potensial.
- Alam jabarut hanya bisa di akses oleh Malaikat malaikat utamanya Tuhan.
- Alam jabarut lebih sakral dibandingkan alam malakut.
- Alam jabarut bisa dinamakan alam Ruh.
- Alam jabarut terjadi apa yang disebut nafakhul Al Ruh ( penipuan suci ruh Allah )yang kemudian mampu menghidupkan jasad.
- Gus Basir Ketua LBM MWC NU Jatitujuh & Pimpinan Majelis Dzikir Sabilul Ghafilin, Sumur Wetan Cipaku, Jatitengah, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!