Haji Tak Boleh Mahal! Negara Pasang Badan di Tengah Gejolak Dunia

ED
Minggu, 12 April 2026 | 11:34 WIB
Bagikan
Haji Tak Boleh Mahal! Negara Pasang Badan di Tengah Gejolak Dunia

Dalam penyelenggaraan haji, logistik bukan sekadar urusan teknis, melainkan menyangkut kenyamanan dan keselamatan jutaan jemaah. /visi.news/ist

VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah menegaskan satu hal: biaya haji tidak boleh menjadi korban gejolak global. Di tengah tekanan ekonomi dan konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga energi, khususnya avtur, negara memilih berdiri di depan—menahan beban agar tidak jatuh ke pundak jemaah.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menutup Rapat Kerja Nasional Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah 1447 H/2026 M di Asrama Haji Tangerang, Jumat malam, 10 April 2026. Di hadapan para peserta Rakernas, Dahnil menegaskan instruksi Presiden: kenaikan biaya operasional akibat dinamika global tidak boleh dibebankan kepada jemaah.

“Kami pastikan kenaikan harga avtur tidak akan dialihkan kepada jemaah. Pemerintah akan mencari solusi fiskal,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan di Timur Tengah mendorong harga bahan bakar penerbangan melonjak. Bagi penyelenggaraan haji—yang sangat bergantung pada transportasi udara—kenaikan ini berpotensi signifikan. Namun pemerintah memilih opsi yang lebih berat: menyerap tekanan tersebut melalui skema anggaran dan efisiensi.

Di balik komitmen itu, tersimpan tantangan klasik: bagaimana menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan perlindungan jemaah. Dahnil mengakui, langkah ini membutuhkan penyesuaian ulang agar beban negara tetap terkendali. Artinya, pemerintah harus berhitung cermat—menutup celah pemborosan tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Selain soal biaya, pemerintah juga mengklaim telah mengamankan aspek logistik. Ketersediaan kebutuhan pokok jemaah di Tanah Suci disebut aman hingga tiga bulan ke depan. Kontrak-kontrak penyediaan telah dikunci lebih awal sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan distribusi.

Langkah ini penting. Dalam penyelenggaraan haji, logistik bukan sekadar urusan teknis, melainkan menyangkut kenyamanan dan keselamatan jutaan jemaah. Gangguan kecil bisa berdampak besar, terlebih dalam situasi global yang tidak menentu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.