Habib Syarief Beberkan Beberapa Catatan Penting untuk Menpora
Ia mencontohkan Vietnam yang pada awal pembinaan tim nasional sepak bolanya banyak merekrut pemain dari kalangan militer.
“Ini bisa kita kaji kembali. Potensi-potensi yang masih terpendam, khususnya dari TNI dan Polri, perlu dimaksimalkan,” ujarnya.
Catatan berikutnya, Habib juga mengingatkan Kemenpora agar tidak lengah terhadap dinamika geopolitik dan pergeseran kekuatan olahraga internasional. Ia menyinggung langkah Rusia yang disebut-sebut tengah menyiapkan kompetisi tandingan Piala Dunia.
Selain itu, ia menyoroti dugaan ketidakadilan dan kecurangan dalam penyelenggaraan SEA Games dan ASEAN Para Games.
“Mereka menang, tapi dengan cara yang tidak objektif dan tidak menjunjung sportivitas,” kata Habib.
Di akhir pernyataannya, Habib mengkritisi belum adanya pemaparan jelas dari Kemenpora terkait rencana penyelenggaraan event olahraga internasional tahun 2026.
Ia menyinggung mundurnya Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan panjat tebing internasional 2026, serta dampak penolakan terhadap kehadiran atlet Israel yang menurutnya masih memunculkan efek hingga kini.
“Ini perlu diklarifikasi dalam waktu singkat agar tidak menimbulkan spekulasi,” pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!