Gus Yahya Ungkap Ijazah Mbah Moen dan Kanjeng Nabi soal Rezeki dari Berkah Al Qur'an
"Kanjeng Nabi mengijazahkan tiap masuk rumah baca Al-Ikhlas, maka akan bebas dari kemiskinan. Al-Ikhlas ini apa hubungannya dengan kemiskinan? Kalau hanya dibaca tafsir kognitifnya saja tidak ketemu. Itu barokah rohaninya (Al-Qur'an) luar biasa sekali," jelas Gus Yahya.
Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu menaruh keyakinan bahwa JQHNU sebagai organisasi para ahli Al-Qur'an telah meletakkan landasan dasar dari setiap program adalah untuk menghidupi barokah. Inilah yang diajarkan oleh para pendiri JQHNU, salah satunya adalah KH Abdul Wahid Hasyim.
"Dulu pasti ulama yang memulai untuk bertabaruk kepada Al-Qur'an dalam berbagai macam hajat itu. (Para ulama) pasti dilandasi dengan pemahaman yang paripurna tentang Al-Qur'an, bukan sekadar kognitif atau pemahaman secara intelektual saja, tapi juga pemahaman rohani terhadap nilai dari Al-Qur'an. Ini yang tak terperi harganya," pungkas Gus Yahya.
Sebagai informasi, JQHNU telah tuntas menggelar Rakernas selama tiga hari, sejak Jumat hingga Ahad, hari ini. Sejumlah rekomendasi sudah dihasilkan dari pertemuan ini. Di antaranya soal dorongan kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib guru ngaji. Selain itu, ada imbauan kepada masyarakat agar mengedepankan etika dan politik kebangsaan dalam menghadapi tahun politik pada 2024 mendatang.
@nia/nu
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!