Gus Yahya Sampaikan Dua Agenda Besar NU: Kemandirian dan Perdamaian Dunia

ED
Sabtu, 25 Desember 2021 | 05:25 WIB
Bagikan
Gus Yahya Sampaikan Dua Agenda Besar NU: Kemandirian dan Perdamaian Dunia

VISI.NEWS | LAMPUNG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Terpilih KH Yahya Cholil Staquf menyebutkan dua agenda besar NU dalam menyongsong abad kedua. Hal ini sebagaimana tema muktamar yakni Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia.

“Sebetulnya yang dimaksud adalah bahwa di dalam menyongsong abad kedua NU, kita menginginkan untuk memancangkan dua agenda besar. Pertama, membangun kemandirian warga. Kedua, meningkatkan peran dalam pergulatan NU untuk mendukung perdamaian dunia,” ujar Gus Yahya dalam acara penutupan Muktamar ke-34 NU di UIN Raden Intan, Bandarlampung, pada Jumat (24/12/2021).

Pada dua agenda besar itu, lanjutnya, sebenarnya NU telah memiliki rintisan-rintisan yang kuat dan sangat berharga. Namun ke depan, hal yang perlu dilakukan adalah menjahit berbagai macam inisiatif yang selama ini sudah dilakukan.

Gus Yahya menyebutkan, NU perlu melakukan pengembangan di bidang ekonomi rakyat, pendidikan, dan layanan-layanan kesehatan. Hal itu harus menjadi suatu agenda nasional yang terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup warga NU secara khusus, dan rakyat banyak pada umumnya.

“Sedangkan pergulatan untuk berkontribusi dalam perdamaian dunia, NU pun telah berhasil melakukan berbagai macam inisiatif yang semakin diapresiasi oleh masyarakat internasional,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Kini, NU perlu melakukan akselerasi lebih jauh sekaligus menjalin sinergi dengan inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah. Sebab, menurut Gus Yahya, dalam lanskap dinamika internasional saat ini, tidak ada yang memiliki posisi paling tepat untuk berkontribusi bagi perdamaian dunia yang melebihi Indonesia.

Muktamar yang dilangsungkan selama dua hari telah usai. Namun, Gus Yahya justru merasa ketagihan karena biasanya NU menggelar muktamar selama tiga hingga empat hari. Singkatnya gelaran muktamar yang singkat itu harus dilakukan lantaran NU ingin menjaga keselamatan warga dari bahaya Covid-19.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.