Gus Rangga: Disertasi Gus Heri Jadi Jawaban Regenerasi Kepemimpinan Pesantren

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Senin, 29 Juni 2026 | 10:28 WIB
Bagikan
Gus Rangga: Disertasi Gus Heri Jadi Jawaban Regenerasi Kepemimpinan Pesantren

Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM atau Gus Heri meraih gelar doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair)./visi.news/ist.

VISI.NEWS – Keberhasilan Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM atau Gus Heri meraih gelar doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan pesantren. Salah satunya datang dari Dr. K.H. Rangga Sa'adillah atau Gus Rangga, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sekaligus bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Kebondalem Surabaya.

Menurut Gus Rangga, disertasi yang mengangkat proses suksesi kepemimpinan pesantren tersebut menjadi jawaban atas persoalan regenerasi yang selama ini dihadapi banyak lembaga pesantren. Ia menilai, tantangan terbesar bukan hanya mempertahankan eksistensi pesantren, tetapi memastikan proses kaderisasi berjalan baik agar nilai, tradisi, dan amanah dapat diwariskan secara berkelanjutan.

"Penelitian ini menjawab kegelisahan yang selama ini dirasakan banyak pesantren. Tidak sedikit pesantren besar yang pernah berjaya, namun kemudian mengalami kemunduran karena proses regenerasi kepemimpinannya tidak berjalan optimal. Disertasi Dr. Heri menghadirkan perspektif akademik yang relevan untuk menjawab persoalan tersebut," ujar Gus Rangga. (29/6/2026).

Ia menilai salah satu kontribusi penting dari penelitian tersebut adalah lahirnya Merit Value Legitimacy Succession Model, yakni model suksesi kepemimpinan yang mengintegrasikan kompetensi, internalisasi nilai-nilai pesantren, serta legitimasi sosial dalam menentukan pemimpin berikutnya.

Menurutnya, model tersebut memberikan pemahaman baru bahwa keberhasilan regenerasi tidak semata ditentukan oleh faktor garis keturunan, melainkan oleh kesiapan, kapasitas kepemimpinan, kemampuan menjaga nilai-nilai pesantren, serta kepercayaan dari keluarga besar pesantren dan masyarakat.

Gus Rangga juga mengapresiasi salah satu temuan penelitian yang menunjukkan adanya calon penerus pesantren yang memilih mengundurkan diri dari proses suksesi karena merasa belum siap memikul amanah sebagai pengasuh.

"Temuan ini sangat menarik. Kepemimpinan di pesantren dipahami sebagai amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, bukan jabatan yang diperebutkan. Nilai seperti inilah yang menjadi kekuatan utama pesantren," ungkapnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.