Gus Minging Modernisasi Jamu Tradisional Menjadi Bernuansa Kafe
"Bahan-bahan jamu itu bisa diolah menjadi minuman dan juga sebagai bumbu masak untuk beragam menu makanan," ungkapnya.
Gus Minging memaparkan, Indonesia sejak masa penjajahan dikenal sangat kaya rempah-rempah yang di kalangan masyarakat hanya dijadikan ramuan jamu. Dia mencatat, sedikitnya 3.000 rempah-rempah terdapat di Indonesia dan semasa penjajahan diperebutkan banyak negara Eropa yang ingin menjajah Indonesia. "Ribuan rempah-rempah tersebut, kalau dikombinasi dijadikan minuman yang berkhasiat untuk kesehatan sekaligus minuman yang bercitarasa enak, bisa sangat banyak variannya. Minuman jamu dari rempah-rempah itu tidak akan kalah dari kopi yang mendunia," tuturnya.
Melalui Djampi Jawi, Gus Minging bersama Santi Stanislausia sebagai pemilik dan pengelola, berniat mewujudkan visinya agar Djampi Jawi dapat menghadirkan warisan pengobatan berupa ramuan jamu yang "jadoel" ke masa kini dengan kemasan modern.
"Penyajian jamu di Djampi Jawi telah dimodernisasi seperti penyajian kopi yang dilakukan barista. Minuman jamu diramu menggunakan peralatan modern, seperti di kafe modern berupa mesin kopi espresso, grinder, rokpresso dan French Press. Penyajiannya dan rasa jamunya pun 'naik kelas' tidak kalah dengan minuman cafe modern," tuturnya.
Gus Minging menyatakan, Djampi Jawi juga akan mendidik Barista Jamu Tradisional Indonesia. Dia berharap, kelak minum jamu menjadi lifestyle, sehingga dapat menyebarkan kebiasaan minum jamu ke seluruh Indonesia dan dunia. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!