Gus Fawait Optimalkan 7.070 Hektare Lahan Perkuat Ketahanan Pangan
VISI.NEWS | JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mempercepat transformasi sektor pertanian melalui berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan produksi pangan. Langkah tersebut diwujudkan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta penguatan mekanisasi pertanian yang kini menjadi fokus pembangunan pertanian di Kabupaten Jember.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat kegiatan Pro Gus’e Update yang digelar di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Gus Fawait, tantangan pertanian saat ini tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga keterbatasan lahan yang semakin sulit untuk diperluas. Karena itu, pemerintah memilih strategi meningkatkan intensitas tanam melalui optimalisasi lahan yang sudah ada agar mampu menghasilkan panen lebih banyak dalam satu tahun.
"Fokus kita bukan sekadar menambah luas lahan, tetapi bagaimana lahan yang ada bisa dimanfaatkan lebih maksimal sehingga frekuensi panennya meningkat. Dengan cara ini, produksi pangan dapat terus bertambah tanpa harus membuka lahan baru," ujarnya.
Ia menjelaskan, program Optimalisasi Lahan yang dijalankan sejak 2025 telah memberikan dampak positif bagi petani. Hingga tahun 2026, program tersebut telah menyasar hampir 12 ribu hektare lahan pertanian di Kabupaten Jember. Khusus tahun ini, kegiatan Oplah akan dilaksanakan pada area seluas 7.070 hektare.
Melalui program tersebut, lahan pertanian yang sebelumnya hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun kini berpotensi ditanami dua kali, bahkan beberapa wilayah yang sebelumnya dua kali tanam dapat meningkat menjadi tiga kali tanam dalam setahun.
Peningkatan indeks pertanaman tersebut dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Selain berdampak pada peningkatan produksi beras dan komoditas pangan lainnya, program ini juga memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi petani.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!