Guru Ngaji Jadi Mitra Strategis Pemkab Jember Bangun Generasi Berakhlak
Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter sebagai jawaban atas berbagai persoalan sosial yang melibatkan generasi muda, mulai dari kenakalan remaja hingga menurunnya etika pergaulan. Menurutnya, sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam membentuk karakter anak. Peran keluarga, lingkungan, serta para guru ngaji menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk membiasakan anak-anak mengikuti kegiatan keagamaan seperti majelis dzikir, shalawat, dan pengajian. Aktivitas tersebut diyakini mampu membangun ketenangan jiwa, memperkuat keimanan, sekaligus menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, guru ngaji, tokoh agama, dan masyarakat terus diperkuat agar lahir generasi Jember yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan prestasi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui Program Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menjadikan pembangunan spiritual dan pembinaan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan daerah. Dengan dukungan para guru ngaji, pemerintah optimistis cita-cita mewujudkan Jember yang maju, religius, dan berdaya saing dapat tercapai secara berkelanjutan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!