KAI Daop 2 Siapkan 60.717 Kursi Hadapi Libur Panjang Maulid Nabi 21 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 21 Agustus: Cerah, Suhu Capai 31 Derajat Celsius 21 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | Sifat Muslim Sejati 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 KAI Daop 2 Siapkan 60.717 Kursi Hadapi Libur Panjang Maulid Nabi 21 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 21 Agustus: Cerah, Suhu Capai 31 Derajat Celsius 21 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | Sifat Muslim Sejati 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026

Guru Ngaji Jadi Mitra Strategis Pemkab Jember Bangun Generasi Berakhlak

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Senin, 29 Juni 2026 | 07:48 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWSPemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sinergi dengan para guru ngaji dan ketua pengajian sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang berkarakter dan berakhlak mulia. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, saat menghadiri pertemuan kelompok ketua pengajian dan guru ngaji dalam rangkaian Program Bunga Desaku di Balai Desa Sukorambi, Minggu (28/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari berdirinya jalan, jembatan, maupun berbagai infrastruktur lainnya. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang memiliki akhlak, moral, dan nilai-nilai keagamaan merupakan pondasi utama bagi kemajuan Kabupaten Jember.

Ia menyampaikan bahwa guru ngaji memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter generasi muda. Di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman, para guru ngaji dinilai menjadi garda terdepan dalam menanamkan pendidikan agama, adab, serta nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak sejak usia dini.

"Ilmu yang paling utama adalah akhlak. Selama ini guru ngaji telah mengabdikan hidupnya dengan penuh keikhlasan untuk mendidik generasi penerus. Peran mereka sangat penting dalam menjaga karakter masyarakat," ujar Gus Fawait.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan penyaluran insentif bagi guru ngaji. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap para pendidik agama yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri tanpa mengutamakan imbalan materi.

Menurut Gus Fawait, insentif yang diberikan bukan sekadar bantuan finansial, melainkan simbol penghormatan pemerintah kepada para guru ngaji yang telah berkontribusi menjaga kehidupan religius masyarakat hingga ke pelosok desa.

Ia mengakui bahwa para guru ngaji tetap menjalankan tugasnya meskipun tanpa insentif. Semangat pengabdian yang mereka miliki menjadi alasan pemerintah untuk memberikan apresiasi yang layak.

"Guru ngaji mengajar karena panggilan ibadah dan pengabdian. Insentif ini adalah bentuk penghormatan pemerintah kepada panjenengan semua atas jasa besar yang telah diberikan kepada masyarakat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter sebagai jawaban atas berbagai persoalan sosial yang melibatkan generasi muda, mulai dari kenakalan remaja hingga menurunnya etika pergaulan. Menurutnya, sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam membentuk karakter anak. Peran keluarga, lingkungan, serta para guru ngaji menjadi faktor yang tidak kalah penting.

Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk membiasakan anak-anak mengikuti kegiatan keagamaan seperti majelis dzikir, shalawat, dan pengajian. Aktivitas tersebut diyakini mampu membangun ketenangan jiwa, memperkuat keimanan, sekaligus menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, guru ngaji, tokoh agama, dan masyarakat terus diperkuat agar lahir generasi Jember yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan prestasi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui Program Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menjadikan pembangunan spiritual dan pembinaan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan daerah. Dengan dukungan para guru ngaji, pemerintah optimistis cita-cita mewujudkan Jember yang maju, religius, dan berdaya saing dapat tercapai secara berkelanjutan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.