Gunung Madu Plantation Terapkan Earned Wage Access untuk ESG lewat Kerja Sama dengan Paywatch
Tak heran, banyak kasus yang muncul dari layanan teknologi keuangan, khususnya pinjaman online ilegal. Kasus-kasus ini biasanya dimulai dengan wanprestasi atau kegagalan membayar hutang dan mendominasi liputan media akhir-akhir ini. Hal ini seringkali berujung pada depresi bahkan mengancam nyawa setelah debt collector melakukan penganiayaan atau intimidasi.
Kehadiran EWA di Indonesia dapat membantu mengisi kesenjangan layanan keuangan di masyarakat, khususnya di kalangan pekerja. Daripada meminjam uang dalam jumlah kecil melalui pinjaman online ilegal, pekerja yang membutuhkan dapat memanfaatkan EWA yang lebih nyaman dan biayanya relatif rendah.
Menanggapi hal ini, Paywatch menyatakan bahwa keuntungan finansial merupakan keuntungan terpenting bagi karyawan. Pendekatan Paywatch disesuaikan dengan masing-masing sektor bisnis, termasuk industry makanan dan minuman, perhotelan, penerbangan, ritel, pusat informasi, konstruksi, dan manufaktur.
"Kami bangga dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia melalui kolaborasi kami dengan GMP. Tujuan kami adalah menyediakan likuiditas kepada tenaga kerja, memberdayakan mereka untuk mencapai potensi penuh mereka tanpa tekanan kekhawatiran akan uang. Inisiatif ini lebih dari sekadar memberikan bantuan keuangan secara langsung; ini tentang membina komunitas pekerja yang berkelanjutan dan berdaya secara finansial," kata Billy Lim, CSO dan Country Manager dari Paywatch.
Perusahaan-perusahaan terkemuka di Malaysia, Korea Selatan, Filipina, dan Indonesia telah memanfaatkan layanan EWA Paywatch. Paywatch berharap dapat membangun tenaga kerja yang berkelanjutan melalui akses keuangan yang adil, khususnya di industri manufaktur Indonesia.
Paywatch saat ini telah memberikan EWA kepada perusahaan ritel raksasa seperti Jaya Grocer, Metrojaya, Bilabila Mart, dan Guardian di Malaysia. Sedangkan di Indonesia, Paywatch bermitra dengan KB Bank, Wilmar, Kredit Plus, CGV, dan beberapa perusahaan manufaktur lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!