Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Gubernur Jabar Naikkan Rombel Jadi 50 Siswa untuk Atasi Darurat Pendidikan

Desi Rossilawati
Rabu, 9 Juli 2025 | 17:00 WIB
Bagikan
Gubernur Jabar Naikkan Rombel Jadi 50 Siswa untuk Atasi Darurat Pendidikan
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan penambahan jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) dari 36 menjadi 50 merupakan langkah darurat untuk menekan angka putus sekolah di wilayahnya. Menurut Dedi, kebijakan ini diambil demi memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan. “Kenapa cara ini dilakukan, karena darurat. Kenapa darurat, karena daripada rakyat tidak sekolah lebih baik sekolah, daripada mereka nongkrong di pinggir jalan kemudian berbuat sesuatu yang tidak sesuai usianya, lebih baik dia sekolah walaupun sederhana, itu prinsip saya,” kata Dedi, dikutip Rabu (9/7/2025). Ia menegaskan, negara memiliki kewajiban memfasilitasi warganya yang ingin bersekolah. Sebab itu, meski jumlah siswa per kelas bertambah, ia menilai langkah ini lebih baik dibanding membiarkan anak putus sekolah. “Negara tidak boleh menelantarkan warganya, sehingga tidak bersekolah, jangan sampai warga mendaftar capek-capek ingin sekolah, tapi negara tidak memfasilitasi, maka saya sebagai Gubernur Jabar bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak di Jabar, saya tidak menginginkan anak-anak Jabar putus sekolah,” tegasnya. Meski jumlah maksimal siswa per kelas menjadi 50, Dedi menyebut tidak semua kelas harus penuh. Kuota kelas akan disesuaikan dengan kondisi daerah dan kemampuan ekonomi warga. Ia mencontohkan banyak siswa di daerah yang tidak tertampung di SMA/SMK Negeri terdekat dan tidak mampu sekolah di swasta, bahkan sekadar untuk biaya transportasi. “Tidak mampu itu bukan hanya tidak mampu membayar setiap bulan. Bisa saja dia membayar setiap bulan Rp 200 atau Rp 300 ribu. Tetapi misalnya dia berat diongkos menuju sekolahnya, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan, daripada tidak sekolah, dia lebih baik sekolah walaupun di kelasnya 50 siswa,” jelasnya. Ke depan, Pemprov Jabar akan membangun ruang kelas baru untuk mengurangi kepadatan siswa secara bertahap. Data BPS Jabar per November 2024 mencatat terdapat 658.831 anak yang tidak bersekolah, dengan rincian 164 ribu putus sekolah, 198 ribu lulus tapi tidak melanjutkan, dan 295 ribu belum pernah sekolah. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.