Golkar, Ahmad : Partai Ideologi Kebangsaan Yang Jelas, Penuh Toleransi Untuk Semua Golongan

ED
Jumat, 21 Oktober 2022 | 00:34 WIB
Bagikan
Golkar, Ahmad : Partai Ideologi Kebangsaan Yang Jelas, Penuh Toleransi Untuk Semua Golongan

VISI.NEWS |BANDUNG - Partai Golkar genap berusia 58 tahun pada Jumat (21/10/2022). Partai politik (parpol) ini berhasil mempertahankan eksistensinya sehingga mampu berdiri kokoh dalam panggung politik Indonesia hingga saat ini.

Menilik sejarah, saat awal berdiri pada 1964, Golkar merupakan wadah golongan fungsional, akan tetapi, Golkar terus berkembang hingga menjadi peserta pemilihan umum (pemilu) sebagai pendatang baru pada 1971.

"Meski demikian, Golkar berhasil menarik minat masyarakat sehingga menempati pemenang utama," kata Anggota DPRD Jabar Fraksi Golkar, Ahmad Hidayat.

Meskipun berhasil menarik minat masyarakat, lanjut Ahmad, jalan yang dilalui partai tersebut tidaklah selalu mulus, pada 1998, Golkar pernah dituntut untuk bubar karena dianggap ikut bertanggung jawab terhadap pemerintahan orde baru.

"Akan tetapi, melalui kompromi politik yang dilakukan oleh sejumlah pihak, Golkar bisa bertahan, bahkan partai ini masih diperhitungkan dalam panggung politik Indonesia hingga kini," katanya.

Perkembangan Golkar hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat bisa diraih bukan tanpa alasan. Pasalnya, parpol satu ini tampil dalam konstelasi partai di Indonesia dengan cara yang unik.

"Tidak seperti partai lain, Golkar tidak memiliki pemimpin tunggal yang kharismatik, selain itu, terdapat penelitian berjudul Party Politics and Democratization in Indonesia," ungkap Ahmad.

Dalam penelitian yang dilakukan Dirk Tomsa menyebutkan Golkar in the Post-Suharto Era tahun 2007 mengatakan, daya tarik Golkar terletak pada sistem keanggotaan.

"Menurut Dirk, para politisi memilih untuk masuk Golkar karena infrastruktur partai memberikan mereka kesempatan luas untuk berkembang dalam dunia politik," sambungnya.

Jadi, penelitian tersebut terbukti dengan persentase anggota partai Golkar yang multigolongan, bahkan sebelumnya pernah berkiprah di partai lain, partai ini tidak segan menerima segala kalangan untuk bergabung.

"Contoh, Yuddy Chrisnandi, kader Golkar yang pernah hengkang dan bergabung ke Partai Hanura, kini kembali menjadi anggota Golkar dan diterima sepenuh hati," ujar Ahmad.

Kemudian Wanda Hamidah, kader partai Golkar yang resmi bergabung per Juli 2022 ini, sebelumnya tercatat sebagai kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

"Golkar terbuka untuk golongan lain, sebut saja, Albert Liongadi, pengusaha warung kopi keturunan Tionghoa yang tergabung sejak 1974 dan telah melewati segala dinamika politik bersama Golkar," jelasnya.

Terakhir, Golkar merupakan rumah dan tempat yang nyaman baginya untuk menyalurkan aspirasi, jadi tdak merasa khawatir saat bergabung bersama Golkar karena ideologi kebangsaan partai yang jelas.

"Tentunya penuh toleransi untuk semua golongan," pungkasnya. @eko

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.