Glaukoma: Penyakit Mata yang Patut Diwaspadai
Saraf optik terbuat dari lebih dari satu juta serabut saraf kecil. Ibarat kabel listrik yang terdiri dari banyak kabel kecil, ketika serabut saraf ini mati maka akan muncul titik buta pada penglihatan dan menyebabkan penurunan lapang pandang.
Seseorang mungkin tidak menyadari titik buta ini sampai sebagian besar serabut saraf optik mati sehingga lebih lanjut dapat terjadi kebutaan.
Tekanan bola mata normal seharusnya tidak lebih dari 20 mmHg, namun pada penderita glaukoma, tekanan dapat berada di atas angka tersebut. Penyakit hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyebab utama seseorang bisa terkena risiko glaukoma.
Bagaimana seseorang bisa terkena glaukoma?
Secara umum, glaukoma diklasifikasi menjadi dua yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.
Glaukoma sudut terbuka
Berdasarkan data prevalensi, sebagian besar kasus glaukoma yang terjadi adalah glaukoma sudut terbuka. Bisa dikatakan bahwa ini adalah jenis glaukoma yang paling umum terjadi.
Glaukoma sudut terbuka terjadi secara bertahap, di mana cairan mata yang diproduksi tidak bisa dikeluarkan atau seperti saluran air yang tersumbat. Kondisi seperti ini membuat tekanan bola mata meningkat dan mulai merusak saraf optik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!