Gibran Blusukan ke Kampung Wisata Batik di Hari Batik Nasional
VISI.NEWS - Puncak perayaan Hari Batik Nasional tahun 2021 yang masih dalam suasana pandemi Covid - 19, di Kota Solo, Sabtu (2/10/2021), menjadi momentum istimewa bagi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming.
Wali kota yang belum ada setahun menduduki jabatannya, blusukan ke permukiman para perajin batik di Kampung Batik Kauman, yang tengah merayakan Hari Batik Nasional dengan menggelar "Srawung Batik Nusantara." Gibran yang mengenakan kemeja batik lengan panjang yang bagian depannya bermotif "parang" bewarna cerah, menyusuri gang-gang sempit di kampung yang terletak tidak jauh dari Keraton Surakarta.
Saat menapaki jalanan yang di beberapa bagian mengelupas paving block-nya, Gibran didampingi Gunawan, salah seorang pelopor Kampung Batik Kauman, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan kampung yang tidak terawat.
Mendapati kondisi yang memprihatinkan tersebut, secara spontan wali kota Solo menyatakan, jalan kampung wisata yang kurang baik di Kampung Batik Kauman akan segera diperbaiki.
"Kampung Batik Kauman ini dikembangkan dengan konsep wisata kampung, sehingga harus didukung infrastruktur yang bagus. Sehingga memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Batik Kauman. Saya bersama Pak Gunawan akan segera memperbaiki jalan yang rusak agar mudah dilewati becak, sepeda, atau kendaraan lain," ujar Gibran kepada awak media, ketika singgah dan berdialog di rumah salah seorang perajin batik.
Prioritas pembenahan infrastruktur, menurut wali kota Solo, penting untuk mendukung konsep pengembangan wisata kampung, khususnya di Kampung Batik Kauman.
Gibran menegaskan, upaya Pemkot Solo untuk secepatnya memulihkan kegiatan ekonomi masyarakat di Kota Solo, di antaranya melalui vaksinasi yang sudah mencapai 119 persen, diharapkan menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan khususnya yang bergerak di sektor pariwisata.
"Untuk memulihkan perekonomian Kota Solo, saya menyambut baik even Srawung Batik Nusantara dalam menyambut Hari Batik Nasional. Momentum ini menjadi sarana untuk memperkenalkan batik, sekaligus memulihkan ekonomi di Kota Solo," tandasnya.
Upaya pemulihan ekonomi tersebut, lanjut Gibran, juga dilakukan Pemkot Solo dengan meluncurkan bulan belanja dengan diskon besar-besaran di even Solo Great Sale, untuk mendorong pelaku UMKM agar melakukan go digital ditengah situasi pandemi.
Srawung Batik Nusantara yang digelar selama 2 hari, 2 dan 3 Oktober 2021, yang merupakan kerjasama Dinas Pariwisata Kota Surakarta dengan Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman dan perajin Kampoeng Batik Laweyan, kegiatan pada hari kedua akan dipusatkan di kawasan Kampoeng Batik Laweyan.
Makna Srawung Batik Nasional sendiri, menurut Heru Mataya, adalah pertemuan atau pergaulan para perajin batik Nusantara dan beberapa pemerhati batik dari Malaysia, Singapura dan lain-lain, untuk berbagi pengetahuan tentang pengembangan industri kerajinan batik. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!