Gerhana Bulan Diprediksi Terjadi 8 November, Kemenag Ajak Umat Salat Khusuf
Adapun tata cara salat gerhana Bulan adalah sebagai berikut: a. Berniat di dalam hati; b. Takbiratulihram, yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa; c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Albaqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901).
d. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya; e. Kemudian bangkit dari rukuk (iktidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd”; f. Setelah iktidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama; g. Kemudian rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya;
h. Kemudian bangkit dari rukuk (iktidal); i. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali; j. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya; k. Salam.
Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristigfar, dan bersedekah. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!