Gerak Kecil, Manfaat Besar: Duduk Lama Bisa Dilawan dengan Aktivitas Ringan
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 1 Juli 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Sebuah penelitian menegaskan, aktivitas fisik sekecil apa pun dapat membantu menurunkan risiko kematian akibat terlalu lama duduk. Studi meta-analisis yang dikutip Science Alert ini melibatkan lebih dari 44.000 orang di empat negara, dan menunjukkan bahwa semakin sedikit seseorang bergerak, semakin tinggi risiko kematian mereka, terutama jika duduk lebih dari 10 jam per hari.
Emmanuel Stamatakis, pakar kesehatan masyarakat dari University of Sydney yang turut terlibat dalam penelitian dan penyusunan Pedoman Global WHO 2020, menekankan pentingnya setiap bentuk gerakan, sekecil apa pun.
“Seperti yang ditekankan dalam panduan baru ini, semua aktivitas fisik itu penting dan berapa pun jumlahnya lebih baik daripada tidak sama sekali,” ujar Stamatakis.
Temuan ini menjadi kabar baik bagi banyak orang yang kesulitan melakukan olahraga berat atau tidak memiliki waktu khusus untuk berolahraga. Aktivitas sederhana seperti naik tangga, berjalan kaki ke halte, membersihkan rumah, atau bermain dengan anak, tetap mampu memberikan efek positif untuk kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
WHO sendiri menyarankan aktivitas fisik selama 150–300 menit per minggu dengan intensitas sedang, atau 75–150 menit untuk intensitas berat. Namun, manfaat kesehatan tetap bisa diraih bahkan dari aktivitas dalam jumlah kecil, asalkan dilakukan secara konsisten.
Penelitian ini menggarisbawahi bahwa kunci utama mengimbangi dampak buruk dari duduk terlalu lama bukan terletak pada intensitas olahraga, melainkan pada kebiasaan untuk terus bergerak setiap hari. Setiap langkah kecil dapat memberikan perbedaan besar bagi kesehatan dan kualitas hidup Anda. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!