Gerak Cepat! Bupati Bandung Tinjau Lokasi Longsor di Arjasari: Tiga Warga Tertimbun Masih Dalam Pencairan
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Bupati Bandung, Dadang Supriatna, gerak cepat turun langsung meninjau lokasi bencana longsor di Kampung Condong RT 06-07/RW 09 Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (6/12/2025) pagi.
Peristiwa bencana longsor pada lereng setinggi 80 meter dan lebar 150 meter itu terjadi pada Jumat (5/12/2025) sore pukul 16.00 WIB itu. Peristiwa naas itu menyebabkan tiga warga setempat tertimbun longsor, yaitu atas nama Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (10), seorang pelajar.
Hingga hari Sabtu pagi, ketiga korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim gabungan dari jajaran Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan para personel dari tim gabungan lainnya. Bupati Bandung memerintahkan warga yang ada di sekitar lokasi bencana untuk dievakuasi, sekaligus melarang tidak ada warga yang masuk ke kawasan lokasi bencana longsor, kecuali para petugas yang melakukan pencarian korban.
Saat meninjau lokasi bencana longsor tersebut, Bupati Dadang Supriatna didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, Basarnas, BPBD, dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung. Selain itu jajaran Forkopimcam Kecamatan Arjasari, Kepala Desa Wargamulya, dan sejumlah pihak lainnya yang berjibaku di lokasi bencana longsor untuk melakukan pencarian tiga korban yang masih tertimbun longsor.
"Kami mendapatkan informasi jam 5 sore (Jumat 5 Desember 2025), setelah kejadian bencana longsor di Kampung Condong Desa Wargamulya Kecamatan Arjasari," kata Bupati Bandung di lokasi bencana longsor.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan, informasi bencana longsor itu langsung direspon oleh jajaran BPBD Kabupaten Bandung yang siaga di Posko Baleendah pada Jumat sore.
"Mengingat kondisi di lapangan atau di lokasi bencana longsor belum memungkinkan untuk dilakukan evakuasi, karena kondisi penerangan yang minim dan kondisi tanah yang tidak stabil pasca kejadian bencana longsor tersebut," ujar Kang DS.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!