Genomics & Science Dojo 3.0 Ditutup, Cetak Peneliti Indonesia Berkelas Dunia
Genomics & Science Dojo 3.0. /visi.news/ist
VISI.NEWS – Program pengembangan kapasitas riset Genomics & Science Dojo 3.0 resmi mencapai tahap akhir setelah menyelenggarakan workshop intensif selama empat hari, 19–22 Juli 2026, yang ditutup melalui Dissemination Day pada 23 Juli 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kapasitas peneliti Indonesia dalam menghasilkan penelitian genomik dan sains yang berkualitas, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat internasional.
Program Genomics & Science Dojo merupakan inisiatif pengembangan kapasitas yang mengedepankan proses belajar berbasis praktik, kolaborasi, dan pendampingan intensif. Program ini didukung oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta serta dipelopori oleh Summit Institute for Development, GSI Lab, dan OUCRU Indonesia sebagai upaya memperkuat ekosistem riset kesehatan di Indonesia.
Konsep "Dojo" yang diadopsi dalam program ini menggambarkan ruang belajar yang menekankan latihan berkelanjutan dalam lingkungan yang aman dan kolaboratif. Sementara itu, filosofi "Shinjitsu" atau pencarian kebenaran menjadi landasan dalam membangun pola pikir ilmiah yang kritis, objektif, dan berintegritas.
Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis dalam penelitian, tetapi juga didorong untuk menghasilkan riset yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selama workshop berlangsung, para peserta mengikuti berbagai sesi penguatan kapasitas yang mencakup penyempurnaan desain penelitian, pengembangan manuskrip ilmiah, pembahasan metodologi penelitian, hingga sesi mentoring secara intensif bersama para mentor dan pakar dari berbagai disiplin ilmu.
Metode pembelajaran yang diterapkan menempatkan peserta sebagai peneliti aktif. Mereka belajar melalui praktik langsung, diskusi, evaluasi, serta kolaborasi lintas bidang guna meningkatkan kualitas penelitian yang sedang dikembangkan.
Puncak kegiatan berlangsung dalam Dissemination Day yang mempertemukan para peserta dengan akademisi, peneliti, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang riset kesehatan Indonesia.
Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan British Embassy Jakarta dan Summit Institute for Development, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai arah kebijakan riset kesehatan nasional, perjalanan pembelajaran selama mengikuti Genomics & Science Dojo, serta pentingnya mengubah hasil penelitian menjadi inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Health Adviser and Head of Health Team British Embassy Jakarta, Julia Takahashi-Robertson, menegaskan komitmen Kedutaan Besar Inggris dalam mendukung keberlanjutan program tersebut yang kini telah memasuki edisi ketiga.
"Pengetahuan hanya akan bermakna ketika dapat diterapkan pada saat yang paling dibutuhkan. Melalui inisiatif ini, pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi membangun kesiapan dan kompetensi untuk bertindak dengan tepat dalam praktik saintifik," ujarnya.
Selain menjadi forum presentasi hasil penelitian peserta, Dissemination Day juga menghadirkan dua sesi diskusi panel yang membahas masa depan riset genomik dan kesehatan di Indonesia. Para narasumber menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, penguatan jejaring penelitian, serta pengembangan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
Berbagai hasil penelitian yang dipresentasikan peserta mengangkat isu-isu strategis di bidang kesehatan, antara lain pengembangan bioinformatika untuk penemuan obat, suplementasi gizi pada masa prakehamilan, hingga penguatan layanan forensik bagi penyintas kekerasan seksual. Ragam topik tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan ilmu genomik dan pendekatan multidisiplin dalam menjawab persoalan kesehatan di Indonesia.
Kegiatan diseminasi juga menjadi ruang untuk memperluas kolaborasi antara peneliti muda, perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi internasional, serta mitra pembangunan. Melalui forum tersebut, peserta tidak hanya mempresentasikan hasil riset, tetapi juga memperoleh masukan serta peluang kerja sama untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
Salah satu target utama Genomics & Science Dojo adalah mendorong lahirnya penelitian Indonesia yang mampu dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi internasional, khususnya jurnal bereputasi Q1. Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta memperoleh dukungan berupa pendanaan, pendampingan ilmiah, serta ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan sejak tahap penyusunan proposal hingga publikasi hasil penelitian.
Melalui penyelenggaraan Genomics & Science Dojo 3.0, Summit Institute for Development bersama British Embassy Jakarta, GSI Lab, dan OUCRU Indonesia berharap dapat terus memperkuat ekosistem riset nasional. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi peneliti Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan penelitian yang relevan, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!