Gempa Tiga Kali Guncang Sumedang, Ini Penjelasan BMKG
VISI.NEWS | SUMEDANG - Wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diguncang gempa bumi tiga kali berturut-turut pada Minggu (31/12/2023) malam. Gempa pertama terjadi pukul 21.07 WIB dengan magnitudo 4,5, gempa kedua terjadi pukul 21.14 WIB dengan magnitudo 4,7, dan gempa ketiga terjadi pukul 21.16 WIB dengan magnitudo 4,9.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, mengatakan bahwa gempa-gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal di Sumedang. "Gempa-gempa ini terjadi di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa-gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar lokal yang berada di sekitar Sumedang," ujar Daryono.
Daryono menambahkan bahwa gempa-gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun dapat dirasakan hingga wilayah Bandung, Cianjur, dan Garut. "Gempa-gempa ini tidak berpotensi tsunami, tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar episenter dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Sumedang, II-III MMI di Bandung, Cianjur, dan Garut," kata Daryono.
Menurut Daryono, gempa-gempa tersebut merupakan gempa susulan dari gempa utama yang terjadi pada 29 Desember 2023 lalu dengan magnitudo 5,3. "Gempa utama terjadi pada 29 Desember 2023 pukul 13.56 WIB dengan magnitudo 5,3. Hingga saat ini, BMKG telah mencatat 15 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 4,9," jelas Daryono.
Daryono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diharapkan untuk mengikuti arahan dan informasi resmi dari BMKG dan pihak-pihak terkait," tutur Daryono.
Daryono juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa bumi di wilayah Indonesia, yang merupakan negara dengan aktivitas seismik yang tinggi. "Indonesia merupakan negara yang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi gempa bumi yang tinggi dan harus selalu siap menghadapi ancaman gempa bumi," ungkap Daryono.
Daryono berharap masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan pengetahuan mengenai gempa bumi dan mitigasinya. "Masyarakat dapat mengakses informasi gempa bumi dan tsunami melalui website, media sosial, dan aplikasi BMKG. Masyarakat juga dapat mengikuti pelatihan dan simulasi mengenai gempa bumi dan tsunami yang diselenggarakan oleh BMKG dan pihak-pihak terkait. Dengan demikian, masyarakat dapat mengurangi risiko kerusakan dan korban akibat gempa bumi dan tsunami," pungkas Daryono.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!