Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Persija Gagal Manfaatkan Peluang, Persib Nyaris Nambah Gol ke-3 4 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Persija Gagal Manfaatkan Peluang, Persib Nyaris Nambah Gol ke-3 4 Aug 2026

Gempa Suriah: Walid Ibrahim Kehilangan Lebih dari Dua Lusin Anggota Keluarga

ED
Kamis, 16 Februari 2023 | 05:26 WIB
Bagikan
Gempa Suriah: Walid Ibrahim Kehilangan Lebih dari Dua Lusin Anggota Keluarga

VISI.NEWS | SURIAH - Setelah lebih dari satu dekade pengeboman, berkurangnya dukungan internasional, dan krisis ekonomi yang melumpuhkan, wilayah barat laut yang dikuasai oposisi Suriah hampir tidak dapat bertahan ketika bencana gempa bumi melanda.

Alih-alih bom dari langit, bumi bergemuruh dari bawah pada pagi hari tanggal 6 Februari – membuat rumah-rumah batako bertingkat berjatuhan ke atas kepala penduduk.

Gempa bumi menyebabkan lebih dari 35.000 orang tewas di Turki, di mana bantuan internasional dapat dengan mudah mengalir masuk. Tapi rumitnya politik bantuan kemanusiaan di wilayah barat laut yang dikuasai oposisi Suriah membuat banyak warga yang lelah perang harus berjuang sendiri.

Walid Ibrahim kehilangan lebih dari dua lusin anggota keluarganya – di antaranya saudara laki-lakinya, sepupunya, dan semua anak mereka. Dia hanya berhasil mengeluarkan tubuh mereka dari bawah reruntuhan dua hari setelah gempa.

"Kami memindahkan batu demi batu dan tidak menemukan apa pun di bawahnya. Orang-orang di bawah beton berteriak, 'Keluarkan kami! Keluarkan kami!' Tapi kami datang dengan tangan kosong," katanya.

"Tanganmu saja tidak cukup."

Bagian dari Provinsi Idlib dan Aleppo yang berdekatan yang dipegang oleh oposisi yang didukung Turki menderita sebagian besar korban gempa di Suriah: lebih dari 4.000 dari seluruh korban tewas Suriah lebih dari 5.800 , menurut PBB dan otoritas pemerintah.

Empat kota Suriah di bentangan yang berbatasan dengan Turki termasuk di antara yang paling terpukul: Salqin, Harem, Jindayris, dan Atareb.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.