Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Terkait Penebangan 10 Pohon 31 Jul 2026 Ketua Komisi X Prioritaskan Kesejahteraan Guru usai Putusan MK soal MBG 31 Jul 2026 Sopir Truk LPG Mengaku Mengantuk sebelum Kecelakaan di Bandung 31 Jul 2026 Pajak Sudah Dibayar Masih Menunggak, Bunda Hermin Siap Kawal Hingga Tuntas 31 Jul 2026 Pikap Bermuatan Tahu Tabrak Truk di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas 31 Jul 2026 Indonesia Pernah Tundukkan Timor Leste 3-1 di Piala AFF 31 Jul 2026 Kapan Musim Hujan Kembali Guyur Indonesia? Ini Prediksi BMKG 31 Jul 2026 Gus Heri Luncurkan MotivAction, Inovasi Literasi Islami di Era Digital 31 Jul 2026 Kejagung Tetapkan Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU Febrie Adriansyah 31 Jul 2026 Istana Respons Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan 31 Jul 2026 Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Terkait Penebangan 10 Pohon 31 Jul 2026 Ketua Komisi X Prioritaskan Kesejahteraan Guru usai Putusan MK soal MBG 31 Jul 2026 Sopir Truk LPG Mengaku Mengantuk sebelum Kecelakaan di Bandung 31 Jul 2026 Pajak Sudah Dibayar Masih Menunggak, Bunda Hermin Siap Kawal Hingga Tuntas 31 Jul 2026 Pikap Bermuatan Tahu Tabrak Truk di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas 31 Jul 2026 Indonesia Pernah Tundukkan Timor Leste 3-1 di Piala AFF 31 Jul 2026 Kapan Musim Hujan Kembali Guyur Indonesia? Ini Prediksi BMKG 31 Jul 2026 Gus Heri Luncurkan MotivAction, Inovasi Literasi Islami di Era Digital 31 Jul 2026 Kejagung Tetapkan Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU Febrie Adriansyah 31 Jul 2026 Istana Respons Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan 31 Jul 2026

Gempa M 7,7 Picu Kerusakan Rumah di Kepulauan Sulut

Desi Rossilawati
Senin, 8 Juni 2026 | 11:10 WIB
Bagikan
Gempa M 7,7 Picu Kerusakan Rumah di Kepulauan Sulut

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | BANDUNG - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37 Wita tidak hanya memicu kewaspadaan masyarakat di Sulawesi Utara, tetapi juga menimbulkan dampak fisik di sejumlah wilayah kepulauan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun terdapat beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan, sementara pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan oleh instansi terkait.

Basarnas Sulawesi Utara bersama unsur terkait segera melakukan pemantauan dan pendataan pascagempa guna memastikan kondisi masyarakat serta kesiapan langkah kedaruratan apabila diperlukan. Respons cepat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan situasi tetap terkendali setelah guncangan dirasakan di sejumlah daerah.

Berdasarkan laporan awal yang diterima dari wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, kerusakan terjadi pada beberapa bangunan rumah warga, fasilitas umum, hingga tempat ibadah. Tingkat kerusakan yang dilaporkan bervariasi, mulai dari retak hingga rusak berat akibat kuatnya guncangan.

"Data kerusakan masih terus diverifikasi oleh instansi terkait di lapangan," ujar Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng dalam keterangannya dikutip, Senin (8/6/2026).

Di tengah proses pendataan tersebut, aparat juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap informasi yang beredar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Mercy Randang, mengimbau warga agar tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa akibat gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Tim gabungan masih melakukan pemantauan serta pendataan di sejumlah wilayah terdampak guna memperoleh informasi yang akurat terkait dampak bencana tersebut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.