Gempa M 7,7 Picu Kerusakan Rumah di Kepulauan Sulut
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37 Wita tidak hanya memicu kewaspadaan masyarakat di Sulawesi Utara, tetapi juga menimbulkan dampak fisik di sejumlah wilayah kepulauan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun terdapat beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan, sementara pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan oleh instansi terkait.
Basarnas Sulawesi Utara bersama unsur terkait segera melakukan pemantauan dan pendataan pascagempa guna memastikan kondisi masyarakat serta kesiapan langkah kedaruratan apabila diperlukan. Respons cepat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan situasi tetap terkendali setelah guncangan dirasakan di sejumlah daerah.
Berdasarkan laporan awal yang diterima dari wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, kerusakan terjadi pada beberapa bangunan rumah warga, fasilitas umum, hingga tempat ibadah. Tingkat kerusakan yang dilaporkan bervariasi, mulai dari retak hingga rusak berat akibat kuatnya guncangan.
"Data kerusakan masih terus diverifikasi oleh instansi terkait di lapangan," ujar Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng dalam keterangannya dikutip, Senin (8/6/2026).
Di tengah proses pendataan tersebut, aparat juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap informasi yang beredar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Mercy Randang, mengimbau warga agar tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa akibat gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Tim gabungan masih melakukan pemantauan serta pendataan di sejumlah wilayah terdampak guna memperoleh informasi yang akurat terkait dampak bencana tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!