Gempa Flores, Pertamina Siapkan Jalur Alternatif Pasokan BBM Pembangkit
Pertamina Patra Niaga./visi.news/swa.
VISI.NEWS - Pertamina Patra Niaga menyiapkan jalur distribusi alternatif untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi pembangkit listrik tetap terpenuhi di tengah kondisi bencana gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat ini, kebutuhan BBM untuk pembangkit listrik masih dapat dilayani dari Fuel Terminal (FT) Reo dengan pengaturan distribusi. Pertamina Patra Niaga juga memantau kondisi jalur distribusi BBM dari Reo menuju Labuan Bajo untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat gempa susulan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan kebutuhan energi bagi masyarakat dan fasilitas vital menjadi prioritas dalam kondisi bencana.
“Dalam kondisi bencana, prioritas kami adalah memastikan kebutuhan energi untuk masyarakat dan fasilitas vital tetap terpenuhi. Saat ini kebutuhan BBM untuk pembangkit masih dapat kami layani dari FT Reo secara manual. Namun, kami juga menyiapkan rute alternatif melalui Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi apabila jalur Reo menuju Labuan Bajo kembali mengalami gangguan akibat gempa susulan,” ujar Kitty dalam keterangannya dikutip, Kamis (20/8/2026).
Pertamina Patra Niaga secara berkala melakukan koordinasi mengenai kebutuhan BBM, kondisi stok, serta jadwal pengiriman untuk pembangkit listrik.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi sekaligus memungkinkan penyesuaian pola distribusi apabila kondisi di lapangan berubah.
Selain memastikan kebutuhan BBM untuk pembangkit listrik, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan dukungan energi bagi TNI dan Polri yang terlibat dalam penanganan serta pemulihan pascabencana.
Pasokan Dex dan Pertalite disiapkan melalui terminal alternatif untuk mendukung mobilitas dan kegiatan operasional di wilayah terdampak gempa.
“Di tengah situasi bencana, kami ingin memastikan energi tetap hadir untuk mendukung masyarakat bangkit dan beraktivitas kembali. Karena itu, kami terus mengoptimalkan sumber daya, stok, serta jalur distribusi yang tersedia dan menyiapkan alternatif apabila kondisi di lapangan kembali berubah,” tutup Kitty.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!