Gelombang Pertama Jemaah Haji Mulai Tinggalkan Arab Saudi, 1,7 Juta Jemaah Siap Dipulangkan
VISI.NEWS | RIYADH – Pemerintah Arab Saudi mulai memasuki fase pemulangan jemaah haji setelah berakhirnya penyelenggaraan ibadah Haji 1447 Hijriah. Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi mengumumkan telah menyelesaikan proses keberangkatan kelompok pertama jemaah yang meninggalkan Kerajaan melalui Pos Perbatasan New Arar, salah satu pintu keluar utama menuju negara-negara kawasan utara.
Pemulangan perdana tersebut menandai dimulainya tahap akhir operasional haji tahun ini yang sebelumnya berhasil melayani lebih dari 1,7 juta jemaah dari berbagai negara dunia.
Otoritas Imigrasi Arab Saudi memastikan seluruh proses keberangkatan berlangsung lancar, tertib, dan efisien berkat dukungan sistem pelayanan terpadu yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.
Fase Pemulangan Jemaah Resmi Dimulai
Direktorat Jenderal Paspor menyatakan seluruh fasilitas keimigrasian di Pos Perbatasan New Arar telah beroperasi optimal untuk mempercepat proses pemeriksaan dokumen dan keberangkatan para jemaah.
Keberhasilan pemulangan kelompok pertama menjadi indikator kesiapan Arab Saudi dalam menangani arus keluar jutaan jemaah yang akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.
"Kami siap memfasilitasi keberangkatan lebih dari 1,7 juta jemaah melalui seluruh pintu keluar darat, udara, dan laut di Kerajaan," demikian pernyataan resmi Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi.
Pihak otoritas juga mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal keberangkatan yang telah ditentukan guna memastikan proses pemulangan berlangsung tertib dan menghindari kepadatan di berbagai titik keberangkatan.
Pemulangan jemaah tahun ini melibatkan koordinasi lintas sektor mulai dari imigrasi, keamanan, transportasi, kesehatan hingga otoritas bandara dan pelabuhan.
Selain jalur darat melalui New Arar Border Crossing, jutaan jemaah juga akan dipulangkan melalui berbagai bandara internasional utama seperti Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Bandara Pangeran Mohammed bin Abdulaziz di Madinah, serta sejumlah pelabuhan laut.
Pemerintah Saudi menyiapkan sistem digital terpadu untuk mempercepat proses pemeriksaan paspor, visa, dan dokumen perjalanan sehingga antrean panjang dapat diminimalkan.
Haji 2026 Berjalan Sukses
Fase pemulangan ini berlangsung setelah pemerintah Arab Saudi mengumumkan keberhasilan penyelenggaraan musim haji tahun 2026.
Berdasarkan data resmi, sebanyak 1.707.301 jemaah berhasil menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz, serta Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman.
Keduanya menyampaikan penghargaan kepada Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Komite Tertinggi Haji, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif, beserta seluruh pihak yang terlibat dalam operasional haji.
Dalam pesan resminya, Raja Salman menyebut keberhasilan musim haji tahun ini merupakan hasil dari rahmat Allah SWT serta kerja keras seluruh lembaga yang bertugas melayani para tamu Allah.
Raja Salman Apresiasi Dedikasi Petugas Haji
Raja Salman mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan ibadah haji meskipun kawasan Timur Tengah masih menghadapi berbagai tantangan geopolitik.
Menurut Raja Salman, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan rencana keamanan, kesehatan, pencegahan, pelayanan, serta pengelolaan lalu lintas yang disusun secara matang dan dijalankan secara efektif.
"Kami mengikuti secara langsung berbagai upaya besar yang dilakukan seluruh sektor dalam melayani para jemaah. Kami merasa bangga atas dedikasi, komitmen, dan profesionalisme yang ditunjukkan seluruh petugas," ujar Raja Salman.
Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah mendapatkan haji yang mabrur dan kembali ke negara masing-masing dengan selamat.
Sementara itu, Putra Mahkota Mohammed bin Salman menilai keberhasilan musim haji tahun ini merupakan hasil koordinasi yang kuat antara seluruh instansi terkait.
Menurutnya, pengelolaan sektor keamanan, kesehatan, transportasi, pelayanan publik, hingga pengawasan lapangan berjalan sesuai rencana sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.
"Kami memohon kepada Allah SWT agar menerima ibadah para jemaah dan memberikan kemampuan kepada kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada tamu-tamu Allah," ujar Putra Mahkota.
Fokus pada Kenyamanan Jemaah
Selama musim haji 2026, pemerintah Arab Saudi mengerahkan berbagai teknologi modern untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah.
Mulai dari sistem manajemen kerumunan berbasis kecerdasan buatan, pemantauan kesehatan digital, transportasi terpadu, hingga layanan darurat yang beroperasi selama 24 jam.
Langkah tersebut dinilai berhasil mengurangi kepadatan dan memperlancar mobilitas jutaan jemaah di Makkah, Mina, Muzdalifah, dan Arafah.
Kini setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, fokus pemerintah Saudi beralih pada pemulangan jemaah secara aman dan efisien ke negara asal masing-masing.
Dengan dimulainya keberangkatan kelompok pertama melalui Pos Perbatasan New Arar, Arab Saudi optimistis proses pemulangan lebih dari 1,7 juta jemaah dapat berjalan lancar hingga seluruh tamu Allah kembali ke tanah air mereka dengan selamat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!