Gelombang Panas Ekstrem Picu Tragedi Kemanusiaan, 18 Orang Tewas dalam Kebakaran Hutan Chile
Namun di lapangan, sejumlah pejabat daerah menyuarakan kekecewaan atas lambatnya bantuan. Wali Kota Penco, Rodrigo Vera, mengaku frustrasi melihat wilayahnya terbakar tanpa kehadiran pemerintah pusat selama berjam-jam.
“Presiden Boric yang terhormat, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya sudah berada di sini selama empat jam, sebuah komunitas sedang terbakar dan tidak ada kehadiran pemerintah,” kata Vera melalui siaran radio lokal.
“Bagaimana mungkin seorang menteri tidak melakukan apa pun selain menelepon saya untuk mengatakan bahwa militer akan datang entah kapan?”
Petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan berat akibat suhu ekstrem dan angin kencang. Menteri Dalam Negeri Álvaro Elizalde mengakui kondisi cuaca memperburuk situasi.
“Beberapa jam ke depan tidak menguntungkan. Suhu yang sangat ekstrem membuat upaya pemadaman menjadi jauh lebih sulit,” ujar Elizalde.
Di Penco, api melahap sebagian besar wilayah kota, membakar mobil, sekolah, dan sebuah gereja. Warga mengaku tidak sempat menyelamatkan diri karena api muncul tiba-tiba setelah tengah malam.
“Banyak orang tidak mengungsi. Mereka tetap tinggal di rumah karena berpikir api akan berhenti di tepi hutan,” kata John Guzman (55), warga Penco.
“Api benar-benar di luar kendali. Tidak ada yang menyangka akan seperti ini.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!