Gelar Ekspose Nasional Soal SDA, PB HMI Dorong Penuntasan Sejumlah Kasus Ilegal Mining

ED
Minggu, 9 Juli 2023 | 14:51 WIB
Bagikan
Gelar Ekspose Nasional Soal SDA, PB HMI Dorong Penuntasan Sejumlah Kasus Ilegal Mining

VISI.NEWS | JAKARTA - Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba menggelar Ekspose Nasional Tata Kelola Sumber Daya Alam Indonesia dengan tema "Kemana Aliran Dana Tambang Ilegal ?".

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Sekretariat PB HMI Jalan Sultan Agung, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Jakarta, Jum'at 7 Juli 2023.

Ekspose tersebut merupakan bentuk dari langkah serius organisasi mahasiswa islam terbesar dan tertua di Indonesia ini dalam merespon persoalan tata kelola Minerba diseluruh pelosok negeri.

Ketua Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba PB HMI, Muhamad Ikram Pelesa menuturkan bahwa kegiatan yang bersifat periodik tersebut bertujuan untuk publikasi serta sharing session terhadap masalah tata kelola pertambangan minerba seluruh daerah dengan segmentasi kali ini adalah case tambang ilegal disektor pertambangan Nikel dan batubara. Adapun rangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan melakukan penyerapan masalah ilegal mining disejumlah daerah melalui form, kemudian dikaji dan di ekspose kemudian ditindak lanjuti dalam bentuk policy brief kepada instasi kementerian terkait dan institusi penegakan hukum untuk dapat ditindaklanjuti.

"Ekspose nasional ini bersifat periodik, diselenggarakan setiap semester, bertujuan untuk publikasi serta sharing session terhadap masalah tata kelola pertambangan minerba seluruh daerah dengan melakukan penyerapan masalah ilegal mining melalui form, kemudian dikaji dan di ekspose. Pasca ini kita dorong dalam bentuk Jadi policy brief yang akan kami sampaikan nanti kepada kementerian dan institusi terkait. Harapannya bahwa apa yang disampaikan oleh cabang-cabang melalui saduran data dan informasi yang masuk dalam data inventaris masalah (DIM), dapat ditindak lanjuti oleh pihak kementerian maupun institusi terkait," jelasnya

Ikram juga mengungkapkan, dari Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang telah disadur berdasarkan serapan kasus disejumlah daerah, dalam ekspose nasional tersebut, pihaknya menyoroti berberapa aktivitas pertambangan Ilegal yang melibatkan kongsi smelter sebagai penadah, Juga kurangnya fungsi pengawasan alur transportasi Ekspor Nikel hingga ditemukan adanya eksport Ilegal 5.3 Juta Ton Nikel ke China, selain itu terdapat kasus yang menarik tentang dugaan kerugian negara senilai 5,7 Triliun Rupiah atas kegitan penambangan 11 IUP penindih Konsesi IUP PT. Antam tbk di Blok mandiodo, Konawe Utara selama periode 2019 hingga 2021.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.