Gelar Diskusi di Bandung, Perhimpunan Rahima Diharapkan Mampu Membangun Masyarakat Adil dan Beradab

ED
Kamis, 9 November 2023 | 11:03 WIB
Bagikan
Gelar Diskusi di Bandung, Perhimpunan Rahima Diharapkan Mampu Membangun Masyarakat Adil dan Beradab

Dengan memotret dinamika penerapan sistem dakwah ala Perhimpunan Rahima dalam mendakwahkan keadilan gender yang bisa dikatakan sebagai tempat persemaian benih-benih gerakan kemanusiaan dan keadilan gender untuk tumbuh subur, baik dalam literatur maupun kerja-kerja sosial yang selama ini dilakukan para kader ulama perempuan di Jawa Barat.

Bahwa perempuan dari kacamata Rahima tidaklah membatasi diri dalam jeratan sosial, tetapi kader-kader Perhimpunan Rahima melalui pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP) sebagai cara untuk merespons berbagai problem kehidupan perempuan di Indonesia umumnya, dan di Jawa Barat khususnya. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Ibu Nyai Masruchah, Ketua Pengurus Perhimpunan Rahima

“Kerja-kerja sosial yang diupayakan oleh Perhimpunan Rahima di Jawa Barat untuk merespons persoalan-persoalan seputar isu kemanusiaan, dan Rahima memperkenalkan literasi tentang poligami, sara, inces, penganiayaan, penculikan dan kekerasan seksual,” ungkap Bu Nyai.

Bu Nyai menekankan bahwa Perhimpunan Rahima yang beranggotakan kader ulama-ulama perempuan di Jawa Barat telah berjuang untuk kemaslahatan hak-hak perempuan dan kemanusiaan.

Ketua Majelis Musyawarah KUPI ini juga mengisi aktivitas kelas diskusi kepada seluruh anggota perhimpunan Rahima di ruang Shafa Function Room, Noor Hotel, Jalan Madura No. 6, Kota Bandung Jawa Barat.

Peran perhimpunan aktivis Rahima atau Ulama Perempuan Jawa Barat secara konsisten menyuarakan gerakan kemanusiaan dan hak-hak perempuan melalui berbagai kegiatan.

Rahima telah melakukan kajian isu-isu keadilan gender, keislaman, dan melakukan advokasi kebijakan publik dasar, khususnya terkait pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial yang ditujukan kepada ulama-ulama perempuan.

Setidak-tidaknya setelah membaca buku “Ulama Perempuan Bergerak untuk Perubahan,” karya ini sebagai upaya dalam membangun pemahaman keadilan gender, peran ulama perempuan melalui kumpulan tulisan. Betapa pun kiprah dan perjuangan yang dilakukan ulama perempuan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat memang perlu diangkat menjadi sebuah karya nyata (buku), seperti buku “Ulama Perempuan Bergerak untuk Perubahan,” (Cerita Pemberdayaan Perempuan di Akar Rumput) cerita yang tidak hanya membangkitkan selera pembaca wanita atau perempuan saja, tetapi juga kaum pria.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.