Gaza Pascaperang di Bawah Kendali AS, Trump Bentuk Dewan Perdamaian Didominasi Pejabat Amerika

ED
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:03 WIB
Bagikan
Gaza Pascaperang di Bawah Kendali AS, Trump Bentuk Dewan Perdamaian Didominasi Pejabat Amerika

Trump secara terbuka menekan Hamas agar melucuti senjata. Melalui media sosial, ia menyampaikan ancaman yang tegas.

“Mereka bisa melakukannya dengan cara mudah, atau cara sulit,” tulis Trump.

Di tengah rencana politik tersebut, kondisi di Gaza masih jauh dari stabil. Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak Oktober, serangan militer Israel masih terus terjadi dan menewaskan ratusan warga Palestina. Ali Shaath, pejabat Palestina yang ditunjuk membantu pemerintahan Gaza, menilai proses pemulihan akan berlangsung sangat lama.

“Diperlukan setidaknya tiga tahun hanya untuk membersihkan puing-puing dari kota-kota yang hancur,” kata Ali Shaath pada Kamis.

Perang yang berlangsung lebih dari dua tahun itu telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina dan sedikitnya 1.671 warga Israel. Sebagian besar wilayah Gaza dilaporkan hancur akibat bombardemen intensif, menyisakan krisis kemanusiaan yang belum terselesaikan meski gencatan senjata telah disepakati.

Rencana Trump mendapatkan legitimasi melalui persetujuan Dewan Keamanan PBB, namun tidak sepenuhnya didukung oleh semua negara besar. Rusia dan China memilih abstain dengan alasan kurangnya kejelasan mengenai mekanisme kerja Dewan Perdamaian serta ketidakpastian terkait pembentukan negara Palestina.

Berdasarkan resolusi PBB, Board of Peace akan mengawasi Gaza hingga akhir 2027, sementara pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh panel teknokrat Palestina yang dikenal sebagai National Committee for the Administration of Gaza. Panel ini dipimpin oleh Ali Shaath dan dijadwalkan akan diumumkan secara lengkap dalam waktu dekat. Namun, pembagian kewenangan antara dewan yang didominasi Amerika Serikat, dewan eksekutif Gaza yang melibatkan lebih banyak negara, dan panel teknokrat Palestina dinilai berpotensi memicu ketegangan dalam pelaksanaannya.

Meski kekerasan masih terjadi dan masa depan Gaza belum memiliki kepastian yang jelas, Trump memasukkan konflik ini ke dalam daftar perang yang ia klaim telah berakhir selama kepemimpinannya, sebuah pernyataan yang memicu perdebatan di tengah rapuhnya situasi keamanan di wilayah tersebut. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.