Gara-gara Peserta Diklatsar Meninggal Rektor UNS Bekukan Korps Menwa

ED
Sabtu, 30 Oktober 2021 | 18:26 WIB
Bagikan
Gara-gara Peserta Diklatsar Meninggal Rektor UNS Bekukan Korps Menwa

Tim evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS sendiri, kata dosen fakultas hukum itu, dibentuk rektor UNS sehari setelah insiden yang menyebabkan meninggalnya Gilang Endi Saputra, yang merupakan salah seorang dari 12 peserta Diklatsar Pra Gladi Patria XXXVI Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS.

Menyinggung kapan tim menyerahkan hasil evaluasi dan analisa, Dr. Sunny menegaskan, pekerjaan evaluasi yang dilakukan tim tidak bisa sekali selesai. Proses evaluasi, katanya, harus melalui berbagai tahapan dari pengumpulan data, analisis data dan fakta, menganalisa regulasi universitas, fakultas maupun di internal mahasiswa.

Menanggapi hasil utopsi yang ditangani Polri dan disebut-sebut sudah selesai, Dr. Sunny menyatakan, dia belum mendapat pemberitahuan dari Polri. "Utopsi merupakan ranah kepolisian untuk proses penyidikan. UNS tidak mencampuri prosesnya dan sampai kini belum diberitahu hasilnya. Jadi, kita tidak tahu apakah ada unsur tindak kekerasan yang menjadi penyebab kematian. Kita percaya Polri bekerja profesional, transparan, terang benderang dan adil. Kita tunggu saja hasilnya," tandasnya.

Dia menambahkan, untuk memudahkan pemeriksaan pihak kepolisian kini 17 orang anggota panitia Diklatsar bersama 11 orang mahasiswa peserta Diklatsar ditempatkan di Asrama Mahasiswa UNS.@tok

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.