Gandrung Sewu: Panggung Magis Kolaborasi dan Budaya di Banyuwangi

ED
Minggu, 26 Oktober 2025 | 15:53 WIB
Bagikan
Gandrung Sewu: Panggung Magis Kolaborasi dan Budaya di Banyuwangi

VISI.NEWS | BANYUWANGI - Pantai Boom di Kabupaten Banyuwangi kembali diubah menjadi panggung magis bagi 1.400 penari Gandrung. Pagelaran kolosal "Gandrung Sewu" ini, yang mengusung tema Selendang Sang Gandrung, pada Sabtu (25/10/2025) menjadi wujud dari nilai-nilai luhur masyarakat Banyuwangi yang dituangkan dengan harmonis oleh seniman, pengusaha lokal, bahkan dukungan dari meja birokrasi. Kehadiran ribuan penari di tepi pantai sukses memukau ratusan penonton dari dalam dan luar negeri.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, turut diundang dalam acara kolosal ini. Dalam sambutannya, Rini menyatakan, “Inilah refleksi betapa kuatnya sebuah sinergi ketika semua pihak bersatu. Pemerintah, masyarakat, seniman, dan pelaku usaha, bergerak bersama dengan semangat yang sama. Gandrung Sewu memberi pesan bahwa setiap keberhasilan besar selalu lahir dari kolaborasi dan kebersamaan yang tulus.”

Rini menjelaskan bahwa sinergi yang terjalin dalam pagelaran Gandrung Sewu adalah contoh penerapan reformasi birokrasi tematik. Konsep ini mendorong birokrasi untuk lebih fokus menyelesaikan masalah riil seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan investasi, yang di Banyuwangi diimplementasikan melalui pendekatan budaya. “Gandrung Sewu menjadi langkah nyata birokrasi pemerintah untuk pengentasan kemiskinan, serta menarik investasi dengan pendekatan budaya,” tegas Rini.

Bagi Rini, Banyuwangi merupakan contoh sukses dalam menggali potensi lokal menjadi daya tarik nasional bahkan dunia. Tradisi yang telah dijaga selama berabad-abad, disulap menjadi lebih bermanfaat untuk rakyat, di mana ruang yang diciptakan bagi para penari ini berimbas pada meningkatnya ekonomi masyarakat sekitar. Rini mengungkapkan, tarian Gandrung menguatkan memori akan kekayaan budaya bangsa dan gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.

Ia berharap kolaborasi ini dapat terus dipertahankan dalam membangun Indonesia dari daerah. “Budaya yang diwariskan dengan cinta, dikelola dengan profesional, dan dipromosikan dengan semangat gotong royong, kini menjadi sumber kebanggaan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rini. Tarian Gandrung sendiri merupakan tarian khas Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi, yang telah dipentaskan sejak ratusan tahun lalu, berawal sebagai ritual sakral ungkapan syukur setelah masa panen.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.