Game “Prepare to Die” Tiba Setelah Huntley Tewas

ED
Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:15 WIB
Bagikan
Game “Prepare to Die” Tiba Setelah Huntley Tewas

Sebelum kematiannya, Huntley sempat kehilangan konsol gimnya pada Januari setelah petugas menemukan barang terlarang di selnya. Namun, menurut informasi yang beredar, ia diizinkan kembali memiliki perangkat tersebut beberapa minggu sebelum serangan terjadi karena dianggap menunjukkan perilaku baik.

Kasus kematian Huntley kembali mengingatkan publik pada kejahatan yang membuat namanya dikenal luas lebih dari dua dekade lalu. Pada tahun 2002 di Soham, Cambridgeshire, ia membunuh dua sahabat berusia 10 tahun, Holly Wells dan Jessica Chapman. Peristiwa itu mengguncang Inggris dan memicu salah satu operasi pencarian anak hilang terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Kedua gadis tersebut awalnya keluar rumah untuk membeli permen pada sore hari setelah menghadiri acara barbeku keluarga. Mereka kemudian dibujuk masuk ke rumah Huntley, yang saat itu bekerja sebagai penjaga sekolah. Setelah membunuh mereka, Huntley membuang jasad keduanya di sebuah parit sekitar 12 mil dari lokasi kejadian dan bahkan sempat mencoba membakar tubuh mereka.

Kasus itu berakhir pada 2003 ketika Huntley dinyatakan bersalah atas dua pembunuhan dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan masa minimum 40 tahun. Tunangannya saat itu, Maxine Carr, juga dipenjara selama tiga setengah tahun karena memberikan alibi palsu untuk membantu Huntley menghindari penyelidikan.

Selama bertahun-tahun di penjara, Huntley beberapa kali menjadi target serangan dari narapidana lain. Pada 2005, seorang pembunuh lain menyiramkan air mendidih kepadanya. Lima tahun kemudian, seorang perampok bersenjata menggorok lehernya dengan senjata rakitan, meninggalkan luka sepanjang sekitar 18 sentimeter.

Serangan terakhir yang merenggut nyawanya kini sedang diselidiki sebagai kasus pembunuhan. Seorang narapidana lain, Anthony Russell, 43 tahun, yang juga dikenal sebagai pembunuh berantai, telah dituduh sebagai pelaku.

Penjara HMP Frankland sendiri sering dijuluki “Monster Mansion” karena menampung sejumlah penjahat paling berbahaya di Inggris, termasuk pelaku pembunuhan, pemerkosa, dan teroris. Di tempat ini, para narapidana berisiko tinggi seperti pelaku kejahatan seksual biasanya ditempatkan di blok khusus untuk mengurangi kemungkinan diserang oleh penghuni lain.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.