Gagal Tutup Seri Lebih Cepat, Orlando Magic Takluk 116–109 dari Pistons di Game 5
Paolo Banchero tampil gemilang meski Orlando Magic kalah di Game Lima./visi.news/nba.com
Banchero sendiri memberikan tanggapan mengenai duel sengit tersebut. Ia mengatakan,
“Saat pertandingan sedang panas, Anda sebenarnya tidak memikirkannya,” kata Banchero.
“Anda hanya berpikir untuk meraih kemenangan. Tapi saya yakin suatu hari nanti kita akan melihat kembali dan mengatakan itu adalah pertandingan yang luar biasa. Saya dan dia sudah bersaing sejak zaman AAU, jadi tidak mengherankan jika itu terjadi,” lanjutnya.
Kondisi Orlando Magic semakin berat karena absennya Franz Wagner yang tidak dapat bermain akibat cedera otot betis kanan. Ketidakhadiran Wagner membuat tim membutuhkan kontribusi tambahan dari pemain lain, dan kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Anthony Black yang tampil dari bangku cadangan dengan mencetak 19 poin, rekor tertingginya di babak playoff.
Anthony Black menyampaikan bahwa dirinya berusaha menyesuaikan peran dalam tim dengan kondisi yang ada. Ia mengatakan,
“Saya rasa saya lebih banyak bermain bertahan hari ini. Bermain sesuai kekuatan saya. Jelas, absennya Franz memberi saya kesempatan bagus. Hanya perlu masuk dan mencoba mengisi kekosongan. Mencoba mendapatkan ritme permainan. Tapi jelas kami ingin menang,” katanya.
Jika melihat statistik keseluruhan pertandingan, kedua tim sebenarnya tampil cukup efisien dalam menyerang. Detroit Pistons mencatatkan akurasi tembakan 49 persen dari total percobaan mereka dan 36 persen dari tembakan jarak tiga angka. Sementara itu, Orlando Magic mencatatkan 48 persen akurasi tembakan secara keseluruhan serta 45 persen dari tembakan tiga angka.
Menariknya, performa tembakan tiga angka Magic sebenarnya tergolong sangat baik. Dalam musim reguler, mereka memiliki catatan sempurna ketika mampu mencatatkan akurasi tembakan tiga angka sebesar 45 persen atau lebih dengan rekor 10 kemenangan tanpa kekalahan. Mereka juga sempat mencapai angka tersebut pada Game Tiga dalam seri ini, yang menunjukkan bahwa potensi ofensif mereka sebenarnya sangat tinggi ketika dalam kondisi optimal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!