Gabbard Bubarkan Satgas Intelijen Kontroversial di Tengah Sorotan Politik dan Isu Pemilu AS
Pengumuman pembubaran ini datang di saat yang sensitif bagi Gabbard. Partai Demokrat mempertanyakan kehadirannya dalam penggerebekan FBI pada 28 Januari 2026 di sebuah arsip pemilu di negara bagian Georgia. Sebelumnya juga terungkap bahwa kantornya mengawasi penyelidikan terhadap mesin pemungutan suara di Puerto Riko pada tahun lalu.
Gedung Putih membela keterlibatan Gabbard sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pemilu nasional. Namun para pemimpin Demokrat di Kongres menilai langkah tersebut melampaui kewenangan badan intelijen.
“Saya curiga DIG melakukan perburuan penyihir terhadap petugas intelijen yang dianggap tidak loyal kepada Trump,” kata Senator Mark Warner, Demokrat senior di Komite Intelijen Senat, dalam wawancara sebelumnya.
Pendukung DIG menilai kelompok itu berkontribusi membuka dokumen terkait pembunuhan Presiden John F. Kennedy serta mempercepat pelaksanaan berbagai perintah eksekutif Trump. Namun kritik menguat ketika ODNI mengklaim keberhasilan membuka dokumen yang, menurut Gabbard, menunjukkan mantan Presiden Barack Obama memerintahkan penyusunan penilaian intelijen tentang campur tangan Rusia dalam pemilu 2016. Klaim tersebut bertentangan dengan tinjauan CIA tahun 2025, laporan bipartisan Senat tahun 2018, serta penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller. Obama telah membantah tuduhan itu.
Dengan DIG kini resmi dihentikan per 10 Februari 2026, perhatian publik dan Kongres beralih pada bagaimana ODNI akan menjalankan kembali tugas-tugasnya tanpa bayang-bayang kontroversi politik yang selama ini melekat pada satuan tugas tersebut. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!